0408

Berjabat Tangan dengan Diri Sendiri

Pernahkah Anda merasa menjadi orang yang tidak berguna? Iri melihat kebahagiaan orang lain? Atau Anda merasa menjadi lebih emosional, dan mudah marah? Hal tersebut bisa terjadi karena Anda belum berdamai dengan diri sendiri. Bila dibiarkan, yang rugi diri Anda sendiri.

Kekecewaan mendalam bisa membuat seseorang melihat segala sesuatu menjadi serbanegatif. Sedih dan kecewa sebenarnya adalah hal yang wajar. Ada tahapan-tahapan psikologis yang dilalui seseorang sebelum dapat menerima tragedi, sesuatu yang sangat menyedihkan atau mengecewakan. Tahapan tersebut adalah penyangkalan, marah, menawar, depresi, baru kemudian penerimaan.

Sayangnya, tidak semua orang dapat dengan mulus melalui setiap tahapan tersebut. Walaupun tidak semua orang mengalami seluruh tahapan tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah bila Anda terjebak dalam salah satu tahap dan tidak bisa menerima.

Selain membuat orang di sekitar Anda kurang nyaman, keadaan tersebut juga bisa merugikan kesehatan fisik dan mental Anda. Anda jadi tidak dapat berdamai dengan diri sendiri. Beberapa cara ini mungkin dapat membantu Anda.

Segera bangkit

Katakan pada diri sendiri bahwa setiap orang pernah merasakan kesedihan dan kekecewaan, termasuk diri Anda sendiri dan termasuk juga orang-orang yang Anda sayangi. Kemudian sadarilah bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan kita.

Banyak hal yang terjadi di luar kita dan tidak ada yang bisa mengendalikannya. Kita hanya bisa menjalani segala peristiwa dalam hidup karena tidak bisa menghindar. Menyalahkan pihak lain atau justru menyalahkan diri sendiri pun tidak ada gunanya.

Ketika Anda merasa marah, rasakan kemarahan tersebut. Semakin dirasakan, kemarahan sedikit demi sedikit akan memudar. Setelah kemarahan mulai memudar, duduklah dengan tenang, menjernihkan pikiran, dan menenangkan hati. Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tenang, Anda bisa melihat pokok persoalan dan bukan sibuk menyalah-nyalahkan. Anda bisa mencari sumber masalah dan berusaha mencari solusinya.

Jika solusi tidak berhasil ditemukan, janganlah memaksakan diri. Mungkin Anda masih berada dalam tahapan depresi. Yaitu tahapan di mana Anda kembali ke realita. Bila perlu, cobalah berbincang dengan orang-orang yang Anda percayai. Atau lakukan sesuatu yang menyenangkan dan merilekskan. Selanjutnya terimalah keadaan Anda, dan maafkanlah diri sendiri. Setiap orang memiliki kekurangan dan pernah mengalami kekecewaan atau melakukan kesalahan. Anda mungkin tak menyukainya, tapi tetap harus menerimanya. Mulailah belajar untuk menjalani kehidupan dengan keadaan Anda tersebut. Jangan lupa untuk melihat keindahan dan hal-hal positif yang ada di sekeliling Anda. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Itimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments