0208

Nak, Jangan Menyerah Ya!

Jangan menyerah! Ungkapan yang mudah dikatakan tapi tak mudah diterapkan. Namun sifat ini sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan. Karena itu, tanamkan sifat ini pada si kecil sejak dini. Dengan memiliki bekal sifat pantang menyerah, kelak si kecil akan menjadi pribadi  yang tangguh.

Pada dasarnya, setiap manusia dilahirkan dengan insting untuk bertahan hidup. Ini yang menjadi dasar bagi manusia sehingga tidak mudah menyerah. Namun lingkungan atau pola pengasuhan sering membuat sifat ini luntur. Berikut beberapa langkah untuk melatih anak agar lebih tangguh dan tidak mudah menyerah:

1/ Menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini

Penanaman nilai keagamaan dan nilai-nilai kebaikan umum akan menjadi lentera dalam mengarungi kehidupan anak. Ända bisa memulainya dengan menceritakan dongeng-dongeng yang berisi kebaikan. Dengan menyadarkan anak agar selalu bersandar pada kasih sayang Tuhan, anak tidak akan merasa sendiri meskipun dalam posisi dia memang benar sendirian. Seringkali, keputusasaan itu hadir karena merasa sendirian dalam menghadapi masalah. Namun, dengan perasaan selalu ada yang menyertai langkah anak, anak pun akan lebih tangguh.

2/ Menegur anak dengan bijak

Sangat mungkin anak melakukan kesalahan yang membuatnya gagal. Namun, tahanlah diri Anda untuk tidak langsung memarahinya. Sulit memang, namun efeknya bagi anak akan sangat besar.   Anda harus mencari cara agar anak tetap menyadari kesalahannya tetapi tidak dengan cara membuatnya malu. Misalnya menegur anak di dalam ruangan tersendiri dan tidak memarahinya di depan saudara yang lain. Beri kesempatan pada anak untuk memberi tahu alasan ia melakukan hal tersebut. Jadilah pendengar yang baik, tanpa menghakimi.

3/ Menerima apapun hasil usaha anak

Sebagai orangtua, Anda tentu memiliki harapan atau ekspektasi tertentu pada anak. Misalnya ranking kelas, perolehan juara lomba, dan sebagainya. Namun, Anda perlu menyadari setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Jadi, apabila anak Anda tidak mendapatkan nilai akademis yang memuaskan, bersabarlah! Anda pasti akan menemukan kecemerlangan anak Anda di bidang yang lain.

4/ Doronglah anak agar terus maju

Jangan terlalu banyak memberi batasan mental kepada anak, seperti terlalu sering melarang anak. Sedikit-sedikit mengatakan “tidak boleh.“ Atau terlalu banyak mengatur anak, misalnya mengatakan “bukan begitu. “

Mungkin maksud Anda baik, tak ingin anak terluka atau gagal. Namun tindakan tersebut akan membuat anak takut dan tidak percaya diri dalam melakukan sesuatu. Bila harus melarang karena alasan tertentu, ubahlah bahasa Anda menjadi dorongan. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments