foto3

Senangnya Bocah Bintaro Saat Jadi Asisten Spesial General Manager Hotel

Aku kepingin jadi chef karena jadi chef itu seeeru banget … Tapi kalau mau menjadi chef mungkin aku harus menjadi pelayan dulu, habis itu mungkin jadi kasir dan lain-lain, habis itu baru jadi chef. Itulah penggalan esai karya Bagaspati Prabaswara (9) yang mengantarkannya mencicipi ‘profesi’ baru, asisten spesial General Manager Hotel Santika Premier Bintaro, Sabtu (22/7).

Kata-katanya yang jujur dan polos dalam esai tersebut, sanggup menggetarkan hati para juri kompetisi menulis esai tentang mimpi anak di masa depan yang diadakan Hotel Santika Premier Bintaro, April lalu. Membuat mereka akhirnya memilih Bagas, warga Bintaro Jaya sektor 9, sebagai pemenang. Dan berhak menjadi asisten spesial GM selama sehari, sekaligus mendapat sertifikat, trofi, serta menginap dan menikmati fasilitas Suite Room bersama kedua orang tuanya.

Vini (kiri), Bagas (tengah), Ariestra (kanan). Semua senang mendapat pengalaman.

“Kami tidak menyangka Bagas bisa menang. Padahal awalnya dia belum mengerti apa itu esai dan bingung mau menulis apa. Kami jelaskan. Dan oleh papanya diberi petunjuk untuk menceritakan siapa dirinya, bagaimana sekolahnya, hingga cita-citanya,” ujar Vini Oktavia, ibu dari Bagas.

Sibuk sejak pagi

Seperti layaknya pegawai hotel, lengkap dengan baju formal yang dibalut blazer, sejak pagi Bagas sudah sibuk mengikuti berbagai kegiatan di hotel. Mulai dari menghadiri morning briefing, sales and strategy meeting, hotel inspection, new menu food testing, dan beberapa kegiatan lain. Namun tak sedikit pun Bagas terlihat lelah. Setiap kegiatan ia ikuti dengan sangat antusias. “Aku tidak capek. Aku senang sekali. Aku paling suka ketika ikut masak ayam goreng (chicken gordon blue – red),” kata Bagas.

Ikut mengecek kelengkapan kamar.

Di rumah, Bagas memang sesekali membantu ibunya di dapur. “Kadang aku minta tolong Bagas untuk memotong bahan masakan. Aku juga suka minta tolong dia untuk membuatkan teh. Dengan begitu ia belajar menghidupkan dan mematikan kompor,” tutur Vini. Masak teh, itulah jawaban Bagas ketika ditanya karyawan hotel, apa masakan yang sering ia buat.

Semua kegiatan tesebut dilakukan Bagas tanpa didampingi orang tuanya. Sejak dari rumah Bagas memang sudah siap untuk tidak didampingi. “Aku tidak menyangka, terrnyata di lingkungan asing Bagas cukup bisa mandiri dan cepat beradaptasi,” ujar Vini.

Serius menyajikan

Vini mengaku, kegiatan yang diadakan oleh Hotel Santika Premier Bintaro ini sangat bermanfaat, khususnya bagi Bagas. Ia bersyukur atas kesempatan dan pengalaman yang diberikan. “Pihak hotel sangat serius menyajikannya. Bagas jadi mengerti seluk beluk perhotelan. Seperti bagian housekeeping itu apa dan bagaimana cara kerjanya,” kata Vini.

Antusias membantu membereskan tempat tidur tamu.

Lewat program ini, menurut Vini, Bagas jadi terasah kemampuan bersosialisasinya. Bagas juga secara tidak langsung berkesempatan untuk belajar membawakan diri dengan baik. “Ia jadi tahu cara berkomunikasi dengan orang baru.” Vini berharap, lewat program ini Bagas menjadi lebih tahu apa yang ia mau di masa depan.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan diadakannya program ini. “Kami ingin anak-anak bebas bermimpi, belajar tekun, berani menjalani semua rintangan dengan dukungan orang tua dan lingkungan untuk mewujudkan apapun cita-cita mereka,” ujar Ariestra, General Manager Hotel Santika Premiere Bintaro. [YBI]

 

Foto-foto: Dok. Hotel Santika Premier Bintaro

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments