foto2407

Saham, Pilih Investasi atau “Trading”?

Nilai uang yang semakin rendah dari tahun ke tahun karena inflasi membuat Anda perlu memutar otak untuk mencari investasi yang memiliki keuntungan progresif. Salah satu pilihan investasi yang dapat mendatangkan keuntungan menggiurkan adalah saham. Selain diinvestasikan, Anda juga bisa melakukan trading saham. Tentu saja, apapun pilihan Anda, Anda wajib tahu plus minus masing-masing kegiatan tersebut.

Dengan investasi saham, Anda bisa membukukan kenaikan profit investasi saham hingga 20% per tahun, atau bahkan lebih. Nilai yang diinvestasikan pun tidak sebesar bila Anda berinvestasi dalam bidang properti. Namun, telah lama kondang, saham mempunyai risiko paling tinggi. Meskipun demikian, perhitungannya tetap menguntungkan. Jika Anda memilih langkah aman, pilihannya ada pada investasi dalam bentuk reksadana. Namun, jika tidak puas dengan profit yang dihasilkan dan Anda cukup bernyali, Anda bisa mencoba trading.

Investasi

Investasi saham dalam jangka panjang lebih minim risiko. Sifatnya pun pasif. Anda bisa menyerahkan urusan investasi saham ini ke pihak yang mengelola dana, misalnya manajer investasi dalam perusahaan sekuritas atau perorangan yang bertindak sebagai manajer investasi.

Anda pun bisa mendapatkan profit tanpa harus terjun langsung mengelola dana. Investasi ini cocok diterapkan untuk jangka panjang, misalnya 5 tahun. Dalam jangka waktu panjang, keuntungan yang didapatkan lebih terasa. Meskipun demikian, keuntungan yang didapatkan tidak bisa diatur karena terkait pihak yang mengelola dana. Bahkan, bisa jadi keuntungan lebih kecil. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk pihak yang mengelola dana untuk tiap transaksi.

Trading

Trading lebih aktif dibandingkan investasi. Dalam hal ini, pihak pemilik dana adalah pihak yang mengelola dana dalam transaksi. Metode trading cocok bagi Anda yang menginginkan profit cepat dan investasi dalam waktu singkat. Misalnya, keuntungan 20% dari nilai investasi dalam 1 minggu atau 1 bulan. Namun risikonya, kerugian bisa sangat besar jika dikelola dengan tidak tepat dan kurang berhati-hati. Contohnya, forex trading di bursa efek.

Jika Anda berniat untuk berinvestasi saham dalam jangka panjang, sebaiknya pilih saham emiten yang mempunyai track record yang bagus, baik dalam kredibilitas, kinerja, dan pengelolaan keuangan perusahaan. Namun, lepaskanlah saham bila emiten menunjukkan tanda-tanda kualitas yang memburuk. Dalam hal ini, Anda pun perlu cermat dalam memerhatikan pemilihan saham ketika berinvestasi.

Lakukan analisis fundamental dari laporan keuangan atau analisis teknikal dari performa perusahaan untuk memilih saham yang potensial. Cermati pula pergerakan dan kondisi ekonomi makro. Pengaruh politik juga bisa memengaruhi kinerja ekonomi, jadi pekalah dalam membaca situasi untuk menentukan waktu yang tepat untuk membeli saham/berinvestasi dan waktu untuk menjual saham. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments