SONY DSC

Tempat Wisata di Bojonegoro yang Jarang Diketahui

Kota Kabupaten di Jawa Timur ini memang belum menjadi destinasi wisata favorit. Kepopulerannya masih jauh di bawah Jatim Park Malang, Kebon Binatang Surabaya, atau bahkan Pegunungan Bromo di perbatasan Malang-Pasuruan-Probolinggo-Lumajang. Padahal Bojonegoro menyimpan banyak potensi wisata alam maupun budaya. Bila keluarga EBIN mulai jenuh dengan tempat wisata yang terlalu mainstream,  coba tengok atau mampir sebentar ke Bojonegoro untuk menikmati berbagai tempat wisata di sana.

Kabupaten Bojonegoro berada di jalur Pantura, sehingga mudah dijangkau. Dengan perjalanan darat menggunakan mobil, Bojonegoro bisa dicapai dalam waktu sekitar 2-3 jam dari Surabaya. Atau Anda juga bisa menggunakan transportasi kereta api dan langsung berhenti di stasiun Bojonegoro.

Potensi wisata di Bojonegoro lebih banyak didominasi oleh wisata alam dan budaya lokal. Yang terkenal antara lain adalah Situs sejarah Kayangan Api dan Sumber Mata Air Ngunut. Sementara untuk budaya lokal, terdapat wisata sumur minyak tua dan pusat kerajinan tanah liat.

Berikut beberapa daftar tempat wisata di Bojonegoro lainnya yang bisa menjadi alternatif tujuan melancong Anda berikutnya:

  1. Situs Sejarah Kayangan Api

Situs ini terkenal dengan sumber api abadi yang tak pernah padam. Menurut catatan sejarah, situs ini sudah ditemukan sejak era jaman kerajaan Majapahit. Situs ini berada sekitar 20 km dari pusat kota Bojonegoro, tepatnya di Desa Kecamatan Dander.

  1. Sumber Mata Air Ngunut

Tak jauh dari situs Kayangan Api terdapat sumber mata air pegunungan yang juga sering menjadi rujukan wisata lokal. Di sini Anda akan bisa menikmati sumber mata air yang airnya sangat jernih serta dikelilingi hijau pepohonan rimbun.

Sumber mata air Ngunut yang jernih dan dikelilingi pohon rindang.

  1. Wisata air terjun atau curug

Wisata air terjun di Bojonegoro belum banyak diketahui umum, bahkan oleh warga Bojonegoro sendiri. Padahal di kawasan yang masih banyak hutan hijau ini terdapat 7 air terjun eksotis yang belum banyak dikunjungi masyarakat luas. Beberapa di antaranya adalah Air Terjun Gua Kikik dan Air Terjun Krondonan. Pasalnya, akses menuju lokasi memang masih terbatas fasilitasnya. Namun bagi pecinta petualangan, medan jalan yang sulit tentu menjadi tantangan tersendiri.

  1. Wisata sumur minyak tua

Bojonegoro terkenal sebagai kota minyak. Selain pengeboran modern masa kini, terdapat pengelolaan minyak kuno yang masih lestari hingga kini. Di beberapa sumur minyak tua di Kecamatan Kalitidu masih bisa dijumpai masyarakat lokal yang mengambil dan mengelola minyak secara tradisional dengan alat seadanya. Kebiasaan warga ini banyak menarik perhatian terutama murid sekolah perminyakan atau wisatawan mancanegara yang ingin melihat pengelolaan minyak tradisional dari dekat.

  1. Pusat kerajinan tanah liat di KecamatanMalo

Di daerah ini Anda juga bisa mempir untuk melihat proses pembuatan kerajinan tanah liat yang biasanya dibentuk menjadi celengan atau hiasan rumah. Kerajinan-tanah liat ini masih dikerjakan secara tradisional di rumah-rumah penduduk disekitar Kecamatan Malo. Selain itu, Anda juga bisa membeli aneka celengan yang sudah jadi, biasanya berbentuk binatang, seperti ayam, kelinci, kucing, macan dan lainnya.

Selain yang telah disebutkan di atas, Bojonegoro juga memiliki sejumlah tempat wisata modern yang saat ini masih terus dibangun oleh pemerintah setempat. Yang terbaru adalah wahana wisata keluarga Go Fun Bojonegoro Theme Park yang baru dibuka bulan Agustus 2016 lalu. Tak ketinggalan pemandangan di beberapa aliran sungai Bengawan Solo yang bisa dinikmati dengan naik getekan (semacam perahu penyebrangan sungai yang terbuat dari kayu dan bambu). Jadi tak ada salahnya, bila Bojonegoro masuk ke dalam rencana wisata Anda saat liburan nanti. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula, istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments