foto3

Pizza Lipat yang Bikin Lupa Waktu

Pizza dengan aneka topping di atas adonan, sudah terlalu biasa. Kalau Anda ingin yang sedikit beda, cobalah cicipi pizza lipat alias calzone. Alih-alih langsung melihat daging, sosis, daging ayam, atau topping yang lain, mata Anda justru hanya melihat adonan roti yang polos. Namun begitu gigitan pertama Anda lakukan, aduhai rasanya. Rotinya yang lembut dengan lelehan keju, langsung menggoda lidah dan mencuri hati. Ditambah dengan tempatnya yang seru, Panties Pizza Bintaro Plaza bisalah masuk daftar tempat nongkrong favorit.

Istilah pizza mungkin mengacu pada adonan rotinya yang memang mirip dengan pizza. Namun menu utama, dan satu-satunya, di Panties Pizza Plaza Bintaro ini sebenarnya adalah calzone. Calzone bisa dibilang sejenis pangsit yang terbuat dari adonan pizza yang dilipat. Berasal dari Naples, Italia, makanan ini awalnya merupakan pizza khusus untuk layanan pesan antar. Agar isinya tetap hangat, maka adonan pizza dilipat sehingga menyelimuti isinya.

Kini, meski layanan pesan antar sudah memiliki fasilitas untuk menghangatkan pizza, calzone tetap memiliki tempat tersendiri di hati. Calzone bahkan makin mendunia. Dan Anda bisa mencicipinya ketika berjalan-jalan di Bintaro Plaza.

Lembutnya bikin ketagihan

Mural kehidupan kota besar di dinding depan.

Bertempat di lantai 2, desain eksterior maupun interior Panties Pizza langsung mencuri perhatian. Dindingnya dipenuhi oleh mural dengan tema suasana kota besar yang hidup dan penuh energi. Begitu akan melangkah memasuki resto, Anda akan disapa oleh traffic light, lalu Anda akan dibimbing oleh “rambu lalu lintas” untuk menuju ke tempat pemesanan makanan sekaligus kasir.

Di sini, sistemnya adalah Anda memilih dan memesan makanan, lalu membayar, baru kemudian Anda mencari tempat duduk. Seperti restoran cepat saji pada umumnya. Makanan akan diantar ke tempat duduk Anda. Jadi segala urusan transaksi sudah beres ketika Anda menyantap makanan. Anda pun bisa tenang makan sambil mengobrol, lalu setelah selesai tinggal melenggang pergi.

Lelehan keju berpadu dengan roti yang lembut merupakan “duet maut.”

Variasi isi dari pizza lipat ini cukup beragam, ada yang manis dan asin. Setiap menu diberi nama yang  menggelitik rasa ingin tahu. Bukan hanya namanya saja yang unik, rasanya pun tak mudah dilupakan. Pizza to Remember misalnya, adalah pizza dengan isi beef bulgogi, jamur, dan keju mozarella. Daging cincang dan jamur yang diolah dengan saus bulgogi memberikan sensasi manis dan gurih. Ditambah dengan keju mozarela yang meleleh, pizza ini memang layak untuk selalu diingat.

Namun yang paling menonjol dari pizza ini adalah adonan rotinya yang sangat lembut. Bahkan ketika pizza tak lagi panas, kelembutan roti tetap terjaga. Hati-hati, Anda bisa ketagihan.

Nongkrong asyik

Suasana resto yang santai.

Resto yang berpusat di Solo dan telah memiliki beberapa cabang di Indonesia ini juga layak untuk jadi tempat nongkrong. Dengan warna-warna terang, seperti merah dan kuning, serta desain interior bergaya industrial, Panties Pizza di Bintaro Plaza ini berkesan akrab, terbuka, santai, namun sekaligus simpel.

Kesan simpel ini juga tercermin dari pilihan menu yang tidak njlimet. Semua pizza ditawarkan dengan ukuran yang sama. Anda tinggal memilih jenis isinya saja. Harganya juga sangat bersahabat dengan kantong. Pizza termahal harganya hanya Rp 33 ribu. Dan untuk penambahan topping, Anda cuma perlu menambah lima ribu rupiah saja.

Bisa masuk daftar tempat nongkrong.

Untuk menemani obrolan, Anda bisa memesan pizza yang manis, seperti choco cheese. Lelehan coklat kejunya yang menyebar kemana-mana bisa membuat Anda lupa bahan obrolan. Kalau takut tubuh melebar, Anda bisa berbagi pizza dengan teman, karena satu pizza terbagi menjadi empat bagian. Pizza dan tempat yang asyik memang perpaduan yang “membahayakan.” Karena Anda bisa lupa waktu. [YBI]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments