foto1807

Cara Bijak Merespons Gosip di Kantor

Gosip di kantor sulit dihindari. Siapapun yang setiap harinya berinteraksi dengan orang lain, pasti akan bersinggungan dengan gosip. Namun tak semua gosip memiliki efek negatif. Ada gosip yang memang diperlukan untuk menambah koneksi. Namun tak sedikit “kabar burung” yang bisa mengganggu suasana kerja. Karena itu, Anda perlu cerdas menyikapi gosip yang beredar di kantor.

Pada umumnya terdapat tiga jenis gosip yang beredar:

Pertama, gosip umum. Gosip ini biasanya tentang obyek di luar kantor yang sedang hit. Apa saja bisa menjadi bahan gosip, mulai dari kabar selebritas, postingan viral, hingga kondisi politik terkini. Gosip seperti ini biasanya bertujuan untuk mengisi waktu luang dan berbagi informasi. Maka tak ada salahnya bagi Anda ikut nimbrung pada gosip jenis ini. Hitung-hitung untuk menambah koneksi dan ikatan emosional dengan rekan kerja yang lain.

Kedua adalah gosip mengenai perusahaan, baik eksternal maupun internal. Pada kondisi normal, gosip ini bisa berupa obrolan tentang proyek yang ditangani, plus minus sikap klien, atau hal-hal sekitarnya. Bisa juga berupa gosip serius mengenai kondisi perusahaan seperti naik turunnya pendapatan, atau yang berhubungan dengan rencana kenaikan jabatan, mutasi, atau bahkan PHK.

Menyikapi gosip jenis ini, Anda lebih baik bersikap listen and see. Dengarkan apa yang mampir di telinga Anda, tapi sebisa mungkin bersikap biasa dan tidak banyak berkomentar. Apalagi bila Anda tidak terlibat langsung di dalamnya. Begitu pula apabila Anda mengetahui hal-hal tertentu mengenai perusahaan, sebaiknya kendalikan informasi yang keluar dari bibir Anda secara profesional. Meski demikian, jika yang ingin diceritakan adalah hal-hal lucu yang kemungkinan tidak menimbulkan masalah dan bisa jadi pelajaran bersama ke depan, Anda bisa bercerita seperlunya pada rekan kerja di sela-sela jam kerja atau saat makan siang.

Ketiga adalah gosip yang berkaitan dengan urusan personal. Inilah yang rentan menimbulkan konflik apabila tidak dihadapi dengan bijak. Meski demikian, sebenarnya gosip personal ini tentu tidak melulu tentang kejelekan atau keburukan rekan kerja atau bos. Bisa saja gosip yang dibahas adalah mengenai kondisi rekan kerja atau keluarganya yang sedang sakit, istri rekan kerja yang sedang hamil, atau hubungan asmara rekan kerja.

Seringan apapun hal yang jadi bahan gosip, selama itu urusan pribadi, tak ada yang bisa menjamin kalau orang yang digosipkan tidak akan tersinggung atau marah. Untuk itu, sebisa mungkin Anda jangan ikut menyebarkan gosip. Namun, apabila Anda terlanjur mendengar teman-teman yang sedang asyik bergosip, Anda bisa mencoba mengalihkan perhatian teman-teman. Misalnya dengan membahas gosip jenis pertama atau hal ringan lain. Yang paling aman memang adalah bersikap cuek dan fokus ke pekerjaan.

Andalah korban gosip

Bagaimana jika Anda yang menjadi bahan gosip di kantor? Apalagi bila itu menyangkut hal negatif atau persoalan pribadi? Pertama-tama, pastikan apakah benar Anda yang sedang menjadi bahan gosip dan apa saja gosip yang beredar. Anda bisa bertanya pada orang yang cukup dekat dengan Anda atau pasang telinga dengan tajam bila merasakan atmosfer yang “tidak enak”.

Selanjutnya, pilih langkah terbaik untuk meresponnya. Bila gosip Anda anggap tidak akan berpengaruh pada efektivitas kerja, Anda bisa bersikap cuek dan mengabaikannya hingga gosip mereda sendiri. Namun bila gosip tersebut bisa membuat pekerjaan terganggu atau proyek Anda gagal, sebaiknya Anda bereaksi terhadap gosip tersebut.

Bila memilih untuk bereaksi, Anda bisa langsung menemui para penggosip bila Anda merasa bisa mengontrol emosi. Umumnya gosip berhembus karena ketidaktahuan informasi atau kurang komunikasi dua arah. Karena itu, bila perlu, berkomunikasilah dengan mereka mengenai informasi  yang benar.

Intinya, selalu berusaha untuk berkepala dingin dan tidak mudah emosi. Kantor merupakan arena profesional yang tentu menuntut keprofesionalan Anda dalam hal apapun, termasuk menyikapi gosip di kantor. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments