foto1707

Ini yang Perlu Diperhatikan Pemain Saham Pemula

Anggapan bahwa bermain saham berisiko tinggi dan ribet, telah menyebar layaknya virus. Inilah yang membuat tingkat investasi saham di Indonesia sangat kecil atau kurang dari 1 persen. Padahal saham sebenarnya investasi yang menggiurkan karena kenaikan nilainya dalam setahun bisa melebihi deposito dan bisa dikelola sebagai investasi jangka pendek, menengah, atau panjang.

Di negara-negara maju, kepemilikan saham oleh masyarakat atau publik bisa mencapai lebih dari 20%. Kepemilikan saham merupakan salah satu tanda tingkat dukungan masyarakat terhadap korporasi. Jika kepemilikan saham masyarakat lokal rendah, berarti dukungan terhadap korporasi pun rendah. Dana dari masyarakat yang dikelola korporasi pun masih minim.

Oleh karena itu, tak ada salahnya Anda mencoba berinvestasi di saham. Jika Anda ingin bermain aman, investasi dalam bentuk reksadana adalah yang paling mudah. Namun, tentu keuntungan dan tingkat risikonya akan  berbeda jika terjun langsung dalam trading saham. Risiko terbesar ketika trading saham adalah kehilangan uang. Mulai jutaan hingga miliaran rupiah, tergantung dari nilai yang ditransaksikan.

Supaya risiko tersebut bisa ditekan sekecil mungkin, coba ikuti saran dari Dendy Rindani, warga Bintaro yang juga pendiri komunitas Diskusi Saham dan pembuat situs diskusisaham.com, berikut ini.

Pelajari saham. Ada beberapa cara untuk mempelajari saham. Di antaranya membaca buku-buku tentang saham, mencari informasi di internet, bertanya pada pemain saham yang lebih senior, serta ikut seminar-seminar tentang investasi dan trading saham.

Membuat rencana trading (trading plan). “Cobalah membuat trading plan atau semacam rencana bisnis untuk saham serta rencanakan money management. Setelah disusun, dicoba mulai dari nilai yang kecil dulu, kalau ada yang kurang, direvisi lagi… begitu terus awal-awalnya,” terang Dendy.

Kuasai analisis saham. Selanjutnya, pelajari dan kuasailah analisis saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis teknikal terdiri dari beberapa macam, Anda bisa mempelajari salah satu atau beberapa. Tentu saja, semakin banyak yang Anda kuasai akan semakin baik.

Mulai dari kecil. Jika baru pemula, Dendy menyarankan seseorang berinvestasi mulai dari nilai yang sedikit terlebih dulu. Contohnya, Rp 5-10 juta.

Minta pendampingan. Saat terjun ke dunia saham, pemula sebaiknya meminta pendampingan dari senior sebagai sumber masukan.

Kenali musuh. Musuh dalam saham itu adalah terlalu emosi dan tamak. Psychology trading ini yang paling penting. Kita juga harus mentaati trading plan yang kita buat, seperti berapa risiko dan reward dari posisi yang boleh kita ambil. Atau kita bisa menggunakan trailing stop untuk mengurangi risiko saat harga sedang naik.

Bagaimana jika sudah belajar tetapi gagal dan kehilangan dana? Hal ini wajar terjadi. Untuk itu, penguasaan informasi seputar saham dan transaksinya perlu dikuasai secara matang. Bila sukses, transaksi saham bisa meraup keuntungan hingga 20-30 persen. Fantastis bukan?

Dendy mencontohkan, ada seorang pelajar SMA yang mampu bertransaksi saham hingga sangat sukses. Ini bisa menjadi gambaran, anak muda pun bisa belajar dan terjun untuk investasi saham. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments