foto1207

Trik Menghadapi si Kecil yang Suka Pilah-Pilih Makanan

Sereal warna-warni memang menarik, tapi kalau anak hanya mau makan itu-itu saja, wah, bisa-bisa si kecil jadi kurang gizi. Memang, pada tahap awal mengenal rasa makanan, anak senang pilah-pilih makanan. Namun, ini tak bisa dibiarkan karena akan memengaruhi tumbuh kembangnya. Beberapa trik harus Anda lakukan agar anak mau mengonsumsi berbagai makanan sehat.

Biasanya saat mulai mengenal rasa, anak lebih menyenangi makanan yang kental rasa gurih atau manisnya. Akibatnya, sayur yang rasanya dianggap tawar jadi tidak disukai, atau malah dihindari.

Hal ini sepertinya sepele. Namun, jika terus-menerus terjadi dan dibiarkan, anak pun akan terbiasa memilah dan memilih makanan. Karena asupan makanan hanya tertentu saja, di kemudian hari anak pun akan rentan mengalami ketidakseimbangan nutrisi. Tentu ini kurang baik untuk masa tumbuh kembangnya.

Memaksa anak untuk makan jenis makanan yang kurang disukai juga kurang bijak karena anak justru bisa mengalami trauma. Dan hingga dewasa bisa membenci makanan tersebut. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda perlu trik untuk mengajari anak agar mau mengonsumsi beragam jenis makanan bergizi. Tidak hanya mau, anak pun sebaiknya terbiasa mengonsumsi makanan yang kaya kandungan gizi tanpa harus merasa terbebani. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

Memberi contoh

Anak-anak adalah peniru yang baik. Mereka akan meniru orang-orang terdekat, seperti orang tuanya. Jadi, jika Anda ingin anak-anak lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan serta makanan bergizi lainnya, berikanlah contoh. Caranya, Anda pun banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Biasakanlah menyajikan sayuran dan buah-buahan di meja makan selain nasi dan lauk pauk. Tunjukkanlah pada anak jika Anda menyenangi sayuran. Dengan terbiasa makan di meja makan bersama orang tua, anak-anak pun akan meniru mengonsumsi makanan yang dinikmati orangtua.

Berbagi pemahaman

Sebaiknya sejak kecil anak-anak telah diajari manfaat mengonsumsi makanan bergizi. Sebagai orang tua, Anda pun perlu menjelaskan alasan konsumsi makanan tertentu. Misalnya, mengajak anak makan sayur bayam karena bayam mengandung zat besi. Karena mengandung zat besi, katakan pada anak, tubuh anak pun akan lebih kuat dan sehat sehingga bisa bermain bebas bersama teman-teman tanpa takut sakit. Ajaklah anak makan buah misalnya pepaya agar nantinya bisa buang air besar dengan lancar tanpa sembelit atau rasa sakit.

Kreasi menu

Anda bisa mencoba berkreasi semaksimal mungkin pada menu masakan agar anak mau mengonsumsi makanan yang dianggap “tidak enak” menjadi enak. Kreasi tidak harus mahal dan mewah. Anda bisa mulai dengan memasak campuran bahan yang disuka anak dan yang tidak disuka dalam satu sajian. Misalnya anak suka keju dan tidak suka brokoli, maka Anda bisa membuat menu lezat yang menggabungkan keduanya seperti orak-arik telur dengan parutan keju dan brokoli yang dipotong kecil-kecil sehingga hampir tidak terlihat wujudnya. Selain itu Anda juga bisa berkreasi dengan mempercantik tampilan masakan. Misalnya membuat bentuk-bentuk lucu seperti menata nasi, lauk, dan sayuran seperti binatang-binatang agar makanan tampak menggemaskan sehingga anak Anda ingin menyantap semuanya.

Mengajak anak memasak

Apabila anak Anda tetap tidak menyukai beberapa jenis sayur atau bahan masakan lainnya, Anda bisa mencoba mengajak anak untuk turut “bertempur” di dapur. Anda bisa mulai dengan tidak hanya mengajak anak belanja tapi juga mengajaknya berdiskusi untuk persiapan masak-memasak. Anak akan belajar langsung berbagai bahan masakan dan memahami menyiapkan masakan itu tidaklah mudah. Dengan memasak sendiri dan menyantapnya, anak pun akan lebih menghargai makanan dan merasa puas karena berhasil memasak menu makannya sendiri. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments