foto0907

Si Pahit Kopi yang Memikat Hati

Aromanya saja sudah merayu indra penciuman, apalagi ketika minuman ini menyentuh lidah. Rasanya yang pahit lekat justru makin membuat tubuh bersemangat. Semua kenikmatan itu, bermula dari biji kopi. Karena itu, semakin Anda mengenal biji kopi, semakin Anda tahu rahasia membuat kopi lebih nikmat.

Meskipun sama-sama pahit, ada cita rasa berbeda dalam tiap jenis kopi. Pembedanya bisa berasal dari jenis biji kopi, yang selama ini umum kita dengan arabika dan robusta. Biji kopi arabika (Coffea arabica) dikenal mampu menghasilkan minuman kopi yang memiliki aroma dan rasa yang kuat, tetapi bervariasi tergantung dari asal lokasi biji kopi. Tak mengherankan bila kopi ini sangat populer di berbagai negara. Bahkan, biji kopi arabika mengambil porsi sekitar 70-80% pasar kopi dunia.

Sementara itu, biji kopi robusta (Coffea canephora) memiliki rasa dan aroma yang lebih ringan. Cita rasa robusta cenderung lebih pahit dibandingkan arabika. Kandungan kafeinnya pun lebih tinggi dibandingkan arabika. Meskipun bukan jenis biji kopi yang paling digemari, penikmat kopi robusta juga cukup banyak.

Mirip tapi tak sama

Jika dipandang sepintas, biji kopi robusta maupun arabika terlihat mirip. Namun, jika dilihat baik-baik, tampak kopi robusta berukuran sedikit lebih kecil dan lebih bulat dibanding arabika. Kopi arabika ditanam di kawasan yang beriklim sejuk seperti dataran tinggi. Sebaliknya, kopi robusta cenderung lebih bertahan di suhu yang panas.

Di Indonesia, baik kopi robusta ataupun kopi arabika sama-sama ditanam. Selain untuk pangsa pasar ekspor, kedua biji kopi ini juga dimaksudkan untuk mencukupi permintaan dalam negeri. Jika kopi arabika banyak disajikan dalam bentuk minuman single origin, kopi robusta lebih banyak digunakan untuk minuman kopi dengan campuran bahan atau minuman lainnya (coffee blend). Namun, tak jarang juga sejumlah kafe justru mencampurkan antara kopi robusta dan arabika untuk menciptakan rasa tertentu.

Kopi unik dari Indonesia

Selain robusta dan arabika, Indonesia juga mempunyai sejumlah kopi unik, baik yang terkait dengan daerah asal penanaman biji kopi maupun biji kopi yang diproses secara berbeda. Mungkin Anda pernah mendengar tentang kopi Bali Kintamani, Aceh Gayo, dan Flores Bajawa. Selain itu, ada juga kopi luwak dan kopi lanang.

Kopi luwak, seperti yang sudah banyak diketahui orang, merupakan biji kopi yang telah melalui proses pencernaan hewan luwak. Rasanya yang intens, lembut, dan khas membuat harga kopi luwak melambung di pasaran dunia. Belum lagi proses mendapatkan kopi ini tidak sembarang dan membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang dibandingkan jenis kopi lainnya.

Sementara itu, kopi lanang adalah jenis kopi yang dikenal berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Keistimewaannya terletak pada biji kopi yang tidak terbelah layaknya biji kopi-kopi lainnya. Kopi ini menjadi terkenal tidak saja karena cita rasanya yang kuat tetapi juga manfaatnya untuk membantu meningkatkan vitalitas pria.

Tiap jenis kopi memang memiliki cita rasa sendiri. Tidak hanya sekadar pahit, ada ciri khas rasa di dalamnya. Tinggal coba saja, kopi mana yang paling Anda suka? [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments