foto0407

Karyawan Lama pun Bisa Tetap Bersinar

Bekerja di perusahaan yang sama selama lebih dari 5 tahun kadang membuat orang lengah. Tak lagi memiliki semangat dan antusiasme seperti ketika baru diterima bekerja. Hati-hati, kelengahan ini bisa membuat karier mentok. Lebih buruk lagi bila prestasi kerja disalip oleh yang lebih junior. Agar ini tak terjadi, terapkan sikap-sikap  yang bisa membuat karyawan lama tetap cemerlang.

Salah satu sifat yang harus dihindari “orang lama” adalah jumawa. Meskipun posisi telah senior, bukan berarti Anda serbatahu. Karyawan lama memang banyak pengalaman. Namun, karyawan baru biasanya lebih muda dan memiliki semangat kerja dan produktivitas tinggi. Jika karyawan lama tak mampu menyaingi, jangan kaget bila prestasi karyawan baru lebih bagus dan bisa naik jabatan lebih cepat.

Jika tak ingin kalah dengan karyawan baru, tingkatkan saja profesionalitas dalam bekerja. Langkah-langkahnya bisa seperti di bawah ini.

Buang gengsi

Gengsi tidak berguna jika Anda berada di lokasi kerja. Gengsi juga tidak akan membuat Anda lebih dihormati sebagai senior jika pekerjaan yang ditangani masih buruk dan perilaku kerja justru lebih sering diisi gosip dan menjelek-jelekkan orang lain.

Untuk membuang gengsi, Anda perlu menanamkan dalam diri bahwa tiap karyawan mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri, termasuk karyawan baru. Justru Anda perlu mengenali kelebihan dan kekurangan karyawan baru agar bisa membimbing, belajar, dan bekerja sama demi pekerjaan.

Rendah hati

Jangan membuat karyawan baru sungkan ketika mendekati Anda. Lebih baik, sambutlah karyawan baru dengan senyuman ramah. Tidak perlu menambah masalah karyawan baru dengan menjaga jarak. Karyawan baru sudah memiliki “jatah” masalahnya sendiri, yaitu pembelajaran dan penyesuaian diri yang belum tentu berjalan baik.

Meskipun Anda kaya pengalaman, bukan berarti Anda tahu semua. Bisa jadi, ada hal-hal baru atau tren yang berhubungan dengan pekerjaan, yang sebelumnya tidak Anda tahu, karena Anda sudah terlalu sibuk dengan urusan kantor. Anggaplah si junior sebagai angin segar yang bisa membawa pengetahuan baru.

Dengan sering mengobrol dengan si junior, akan terjadi pertukaran pengetahuan dan wawasan antara Anda dan karyawan baru. Pengetahuan baru ini bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan kinerja Anda.

Bersedia mengoreksi

Meski telah bekerja selama lebih dari 5 tahun, pekerjaan Anda tak selalu sempurna. Kesalahan sangat mungkin terjadi. Ya, kesalahan pada karyawan baru mungkin lebih banyak karena mereka baru belajar dan belum sepenuhnya memahami deskripsi tugas. Namun, kesalahan yang dilakukan karyawan lama bisa saja terjadi jika karyawan lama menangani tugas terlalu banyak, kelelahan, tidak mampu menangani tugas yang asing, atau memang kurang teliti. Jadi, teruslah belajar untuk mengenal dan memahami penanganan tugas yang lebih baik. Hargai input dari karyawan baru.

Terus berprestasi

Selain itu, janganlah menciut melihat karyawan baru yang lebih cerdas, cekatan, supel, dan mempunyai kemampuan sosialisasi yang baik. Jangan pula membicarakan mereka di belakang karena justru membuang-buang waktu dan membuat suasana kerja jadi tak nyaman. Lebih baik perbaikilah kinerja dan produktivitas Anda. Tingkatkan kualitas diri seperti melalui berbagai pelatihan dan training di kantor. Intinya, ada-tidaknya karyawan baru, fokuslah pada diri Anda untuk tingkatkan kualitas kerja. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments