foto12

Warga Bintaro Satukan Masyarakat Kopi dari Meulaboh hingga Timika

Bintaro tak hanya memiliki banyak kedai kopi, namun juga seorang pencinta kopi yang berdedikasi. Terutama kepada kopi lokal Indonesia. Lewat gagasannya, ia berhasil menyatukan masyarakat pencinta kopi dari berbagai usia, bermacam profesi, dan dari berbagai kota di Indonesia. Mari berkenalan dengan anak muda ini.

Ardian Maulana (26), warga Graha Raya Bintaro, awalnya adalah seorang Barista. Witing tresno jalaran soko kulino, mungkin itulah istilah bagi awal kisah cinta Ardian dengan kopi. Sehari-hari bergelut dengan kopi membuatnya makin mengenal potensi kopi, sekaligus seluk beluk dunia perkopian. Ia juga mendalami latte art, seni melukis  busa susu di atas secangkir kopi yang disajikan.

Kopi darat ILAA di iBrew, Graha Raya.

Sebagai wujud cinta Ardian, bersama dengan kawan-kawannya di dunia perkopian, ia menggagas berdirinya Indonesian Latte Art Artist (ILAA), tepatnya pada 3 Februari 2014. Sebelum ILAA, sebutan untuk komunitas yang dibentuk Ardian adalah The Baristaz & Black Liquid. Namun, nama Indonesian Latte Art Artist dinilai lebih lekat dengan dunia kopi.

Cukup cinta kopi

Melirik namanya, ILAA mungkin identik dengan dunia latte art. Hal ini tak ditampik oleh Ardian.   “Awalnya, ILAA memang komunitas untuk para pencinta latte art. Bahkan, pada 2014, untuk menjadi anggota ada seleksi membuat latte art tulip 3 layer. Namun, sekarang sudah semakin terbuka. Tidak hanya untuk pembuat latte art atau barista, ILAA terbuka bagi siapa saja yang ingin mendukung kopi Indonesia,” terang Ardian.

Salah satu kegiatan ILAA di Smesco.

Inilah yang membuat komunitas ILAA berkembang pesat. Anggota ILAA pun semakin beragam. Di antaranya mulai dari petani kopi, pemilik kafe, manajer kafe, sales, roaster kopi, hingga eksportir dan importir kopi. Hingga saat ini, anggota ILAA mencapai sekitar 600 orang yang tersebar di berbagai kota dan daerah di Indonesia, mulai dari Meulaboh hingga Timika. Ardian menyatakan, visinya memang bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi para pencinta dan pendukung kopi Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Pencapaian ini hanyalah langkah awalnya.

“Pada 2015, kami mengusung tagline ‘Coffee People Community’ atau Komunitas Masyarakat Kopi. Jadi, keanggotaannya lebih luas,” kata Ardian. Profil anggota ILAA pun semakin beragam. Meskipun mayoritas anggota ILAA berasal atau berdomisili di Jabodetabek, ada juga anggota ILAA yang berdomisili di kota atau daerah yang memiliki kehidupan perkopian, baik dari perkebunan hingga kafe-kafe. Anggota ILAA pun berasal dari berbagai kalangan usia mulai dari 17 tahun hingga 55 tahun. Tidak hanya laki-laki, sekitar 20% anggota ILAA adalah perempuan.

Sering kumpul

Coffee in The Park di Bintaro XChange.

ILAA pun memiliki segudang aktivitas yang informatif dan edukatif. Di antaranya, workshop, talkshow, hingga sejumlah kompetisi bertaraf nasional. Kegiatan tersebut selain dilakukan di sekitar kawasan Bintaro, seperti di Graha Raya (rumahnya), Plaza Bintaro, Bintaro XChange, juga dilakukan di berbagai kota. Untuk 2017 ini saja, ILAA menggelar roadshow ke 24 kota dan daerah di Indonesia. Acara di dalamnya juga tidak kalah menarik, mulai dari sharing session hingga seminar untuk berbagi ilmu dan pengetahuan tentang dunia kopi.

“Menjadi seorang barista itu bukan profesi yang satu kali belajar dan berhenti. Justru kita akan belajar terus-menerus. Dari kegiatan-kegiatan ILAA ini, kita jadi mendapatkan informasi baru tentang problematika kopi di daerah seperti kegagalan panen kopi dan cara untuk mengatasinya,” papar Ardian.

Acara ILAA di Bintaro Plaza.

Jika merasa mengaku sebagai pencinta dan penikmat kopi serta ingin mendukung kopi Indonesia, Anda bisa bergabung dengan komunitas ILAA yang aktif di Instagram dan mendaftar melalui website khusus. Syaratnya hanyalah mengisi formulir dalam web membayar tanda keanggotaan berupa seragam senilai Rp 250.000 dan menyatakan dukungan untuk kopi Indonesia. Tertarik bergabung di dalamnya? [KUL]

 

Foto-foto: dok. ILAA

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments