foto1906

Kelola Dana Mudik Dengan Cerdik

Mudik seringkali menyedot biaya besar. Dana THR yang sebesar satu kali gaji bisa ludes hanya dalam hitungan hari. Agar pulang mudik tak gigit jari, kelola dana mudik dengan cerdik.

Umumnya, dana THR yang terasa habis secepat kilat terjadi karena kita tidak dapat mengelolanya dengan baik. Artinya, kita tidak mengalokasi dana sehingga banyak pengeluaran tak terduga atau di luar perkiraan. Bila Anda sudah mengalokasi dana mudik sedari awal, Anda bisa memilah dan memprioritaskan pengeluaran-pengeluaran sambil mencegah pengeluaran yang tak perlu.

Mulai dari masalah transportasi, misalnya. Jika Anda berniat mudik dengan kereta api atau pesawat, pemesanan tiket bisa dilakukan jauh-jauh hari. Dana yang digunakan untuk membeli tiket pesawat atau transportasi pun tentunya tidak mengambil jatah dari THR tetapi dana dari tabungan sebelumnya. Jadi, Anda bisa merancang dana untuk mudik jauh-jauh hari sebelumnya dan tidak sekadar mengandalkan dana dari THR.

Selain biaya transportasi yang menjadi bujet utama mudik, ada beberapa hal yang harus dikelola dengan baik agar momen mudik lebih terencana dan tidak melebihi bujet.

Memprioritaskan pengeluaran utama

Sebaiknya selesaikan tanggungan-tanggungan keuangan yang menjadi kewajiban Anda. Misalnya cicilan rumah atau kendaraan, biaya listrik-air, maupun iuran-iuran. Selain itu apabila Anda memiliki Asisten Rumah Tangga atau pekerja lainnya, tentu Anda harus juga memberikan THR bagi mereka selain gaji rutinnya. Sebaiknya dana mudik terpisah dari alokasi pengeluaran prioritas ini.

Buat rencana kegiatan di tempat mudik

Sebelum berbelanja baju-baju lebaran, camilan lebaran, atau bahkan menyiapkan angpao lebaran, ada baiknya Anda membuat rancangan anggaran selama musim mudik berlangsung. Misalnya, daftar kunjungan kerabat, destinasi wisata di tempat tujuan, pembelian oleh-oleh, dan bekal selama perjalanan. Ini akan memudahkan Anda dalam menyusun skala prioritas untuk dana mudik dan memotong pengeluaran yang tidak perlu. Usahakan sebisa mungkin untuk disiplin dalam mengikuti rencana yang sudah Anda buat.

Bijak belanja barang-barang khas Lebaran

Lebaran kerap identik dengan pakaian baru dan barang-barang baru lainnya bagi seluruh anggota keluarga. Meskipun demikian, tidak selalu saat Lebaran, semuanya serbabaru. Jika Anda mempunyai kebutuhan yang lebih penting, tidak berbelanja pakaian baru pun tak masalah. Cara lain agar bisa berbelanja baju baru adalah menyicil dari beberapa bulan sebelumnya. Misalnya, untuk belanja pakaian Lebaran, Anda berbelanja pada sebulan sebelum Lebaran dengan dana dari gaji bulan sebelumnya. Dengan begitu, dana yang dialokasikan untuk mudik tidak terganggu.

Pastikan dana pascalebaran tetap aman

Sebaiknya sisakan alokasi dari dana mudik sekitar 10-20% untuk kebutuhan tidak terduga dan biaya hidup lainnya. Biaya hidup perlu tercukupi, setidaknya sebulan setelah Lebaran atau sebelum gajian bulan berikutnya. Setelah itu sisanya baru dibagi ke dalam pos-pos kebutuhan Lebaran. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments