foto1206_b

3 Rambu Wajib Diperhatikan Ibu Hamil yang Berpuasa

Hamil bukanlah berarti Anda memiliki masalah kesehatan. Jadi meski diizinkan untuk tidak berpuasa selama Ramadhan, Anda bisa tetap berpuasa dan meraih manfaat puasa. Tentu saja dengan sederet rambut-rambu yang harus Anda patuhi agar tubuh dan janin Anda tetap sehat.

Hal pertama yang harus Anda pegang adalah kata “izin” dari dokter. Sebelum berpuasa, Anda harus benar-benar yakin tubuh dan janin Anda cukup sehat dan kuat untuk menjalankan puasa. Ibarat mau mengikuti balap mobil, Anda harus memastikan agar mesin mobil Anda sudah diservis dengan benar, sehingga performanya masih prima ketika mencapai garis finish.

Setelah itu, Anda tinggal perlu mematuhi tiga rambu ini agar puasa Anda berjalan lancar. Jangan lupa, Anda juga butuh cukup istirahat dan menjauhi stres.

  1. Penuhi kebutuhan air minum.

Kebutuhan cairan tubuh bumil perlu diperhatikan agar terhindar dari dehidrasi. Paling tidak, ibu hamil tetap harus memenuhi kebutuhan air minum sebanyak 1,5 hingga 2 liter. Waktu minum dalam porsi ini bisa dicicil sejak buka puasa hingga waktu sahur.

  1. Makan makanan bergizi seimbang secara bertahap.

Menu makanan bagi bumil memang harus mengandung nutrisi yang sedikit lebih banyak dibanding orang yang tidak hamil. Karbohidrat misalnya, bumil sebaiknya mengonsumsi sumber karbohidrat sebanyak 7 hingga 11 porsi setiap harinya. Bumil juga perlu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat besi, karena selama hamil kebutuhan zat besi Anda meningkat hingga 50 persen. Terutama pada dua trimester terakhir. Dan jangan lupakan untuk selalu mengonsumsi suplemen asam folat yang dianjurkan dokter.

Agar perut tak bergejolak atau terasa terlalu penuh, Anda bisa mengonsumsi makanan tersebut secara bertahap. Misalnya buka puasa diawali dengan makanan ringan, kemudian disusul dengan makan berat. Setelahnya, sekitar pukul 21.00-22.00 WIB, bumil kembali bisa menyantap puding, buah, susu hamil, atau makanan ringan lainnya. Ketika sahur, ibu hamil juga sebaiknya jangan makan terburu-buru. Konsekuensinya, ibu hamil memang harus bangun lebih awal.

  1. Hindari mengonsumsi minuman yang manis dan berkafein, serta makanan yang mengandung banyak garam dan pedas.

Makanan dan minuman manis dengan tambahan gula dapat membuat tubuh lebih cepat lemas dan lesu. Sementara itu, minuman berkafein memiliki sifat diuretik yang bisa merangsang pengeluaran urin sehingga membuat tubuh lebih mudah dehidrasi. Makanan yang mengandung banyak garam bisa meningkatkan kebutuhan air yang berakibat pada timbulnya dehidrasi. Makanan pedas kurang sesuai untuk bumil selama puasa karena bisa menyebabkan lapisan usus lebih sensitif. Kondisi hamil menyebabkan banyak perubahan pada sistem pencernaan Anda. Jadi, hindarilah makanan yang bisa membuat perut bermasalah dan puasa terganggu. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments