foto1206

Agar THR Tak Sekadar Numpang Lewat

Seperti angin sepoi-sepoi, Tunjangan Hari Raya (THR) biasanya melenakan, namun cepat lenyap. Padahal, dana yang berjumlah minimal sama dengan gaji ini, bisa dikelola agar dapat menjadi tambahan investasi. Sehingga efeknya terasa dalam jangka panjang.

THR pada dasarnya memang diberikan perusahaan sebagai tunjangan bagi karyawan untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan hari raya. Karena menjelang dan selama hari raya, biasanya pengeluaran jadi berlipat. Apalagi bagi Anda yang mudik setiap Lebaran.

Bermacam kebutuhan, seperti biaya mudik, kue-kue lebaran, hidangan lebaran, harus dipenuhi. Hal tersebut biasanya ditutup dengan dana THR. Jadi memang tak mudah menyisihkan THR agar bisa diinvestasikan. Tetapi tak mudah bukan berarti tak mungkin. Asal strategi Anda tepat, dana THR bisa dikelola jadi dana investasi.

Rencana

Susunlah rencana pengeluaran dari dana THR dengan skala prioritas. Misalnya, membayar tagihan kartu kredit yang digunakan untuk membeli tiket kereta api atau pesawat terbang untuk mudik. Urutan prioritas kedua misalnya untuk uang saku selama perjalanan dan kebutuhan saat tiba di lokasi tujuan mudik. Perhitungkan semua pengeluaran dengan cermat. Bersikaplah tegas dengan memangkas pengeluaran yang tidak perlu. Bila masih memungkinkan, tutupi pengeluaran dari gaji bulanan Anda.

Alokasi

Langsung alokasikan dana THR, sekitar 5-15% dari total dana THR, untuk ditabung atau dijadikan investasi dalam bentuk emas atau reksadana. Sisanya bisa Anda gunakan untuk menutupi biaya Lebaran dan dana tak terduga. Misalnya, biaya perbaikan kendaraan untuk mudik. Dana tidak terduga ini besarnya bervariasi, sekitar 5-10% dari dana THR.

Zakat dan sumbangan  

Selain investasi dunia, investasikan juga dana Anda untuk akhirat. Jangan lupa tunaikan zakat dan berikan sedekah. Bila bingung atau tidak yakin dengan penyalurannya, Anda bisa berzakat melalui sejumlah lembaga/institusi resmi penyalur dana zakat. Berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang kurang mampu akan membuat dana THR Anda jadi sangat bermanfaat.

Bagi yang “single”

Bagi yang belum menikah alias single, bukan berarti dana bisa digunakan untuk berfoya-foya. Justru selagi masih muda, inilah kesempatan untuk berinvestasi dalam bentuk yang tepat. Misalnya, deposito, reksadana, dan emas.

Jika dana THR digunakan untuk bersenang-senang sebetulnya tidak masalah. Namun, perhatikan pula skala prioritas seperti pembayaran kartu kredit atau tagihan lainnya yang masih menjadi beban. Barulah dana lainnya bisa Anda gunakan untuk kebutuhan pribadi. Selain itu, janganlah lupa untuk membalas budi pada orangtua dengan menyisihkan sebagian dana untuk membantu pengeluaran selama Lebaran, atau memberikan kejutan spesial bagi mereka. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments