foto1106

Terhindar dari Penyakit yang Merenggut Julia Perez

Sebelum mendapat perawatan intensif, siapa menyangka, Julia Perez yang energik dan ceria saat tampil ini, memiliki masalah kesehatan yang serius. Bahkan mungkin Julia sendiri juga tak mengira dirinya terkena kanker serviks. Tapi Julia tidak sendiri. Setiap tahun, setidaknya 15.000 perempuan di Indonesia terkena kanker serviks. Sebagian besar dari mereka tidak menyadari telah memendam bom waktu di leher rahim mereka. Ini membuat kanker serviks menempati urutan teratas penyakit pembunuh wanita. Padahal kanker yang disebabkan virus HPV ini, bisa dicegah.

Menurut dr. Buha Sabar, Sp.OG, spesialis ginekologi RS Premier Bintaro, pada seminar yang diadakan RS Premier Bintaro, lebih dari 70 persen penderita kanker serviks datang pada stadium lanjut. Itulah sebabnya angka kematian akibat kanker ini di Indonesia cukup tinggi, yaitu setiap 1 jam seorang wanita meninggal karena kanker serviks.

Penyebab dan gejalanya

Pria dan wanita yang telah berhubungan intim selalu berisiko terinfeksi virus HPV, penyebab kanker serviks. Ketika virus ini menginfeksi, 80 persen akan dibersihkan oleh sistem imun atau kekebalan tubuh. Namun 10 hingga 20 persen kemungkinan menjadi infeksi menetap, yang berisiko menjadi kanker serviks.

Perkembangan virus ini menjadi kanker serviks umumnya lama, yaitu antara 10 hingga 20 tahun. Itulah sebabnya, meski telah terinfeksi HPV, penderita biasanya adem ayem saja. Namun penderita tetap berpotensi menularkan, misalnya melalui kontak seksual. Penularan HPV tak selalu melalui hubungan intim, HPV juga bisa ditularkan melalui pakaian dalam, sentuhan jari atau kuku pada organ genital.

Ada beberapa hal yang bisa membuat seorang perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena virus ini, yaitu melakukan aktivitas seksual sebelum usia 15 tahun, melahirkan pertama kali saat usia muda, memiliki banyak pasangan seksual, kekebalan tubuh yang rendah, serta merokok.

Setelah berubah menjadi kanker, lama kelamaan akan timbul beberapa gejala. Waspadalah bila terjadi pendarahan yang tidak normal, misalnya pendarahan setelah berhubungan intim, atau pendarahan di luar waktu haid atau setelah menopause.

Dr. Buha juga menyarankan untuk segera memeriksakan diri bila dari vagina Anda keluar cairan kekuningan dan berbau. Waspada juga bila pinggul dan kaki terasa sakit atau nyeri.

Pada stadium lanjut, gejala bisa berupa nafsu makan yang berkurang, penurunan berat badan, dan kelelahan. Panggul, punggung, dan tungkai juga terasa nyeri. Dari vagina keluar air kemih atau tinja. Patah tulang, juga salah satu gejala kanker serviks stadium lanjut.

Bisa dicegah

Deteksi dini, itu yang harus Anda, para wanita, lakukan untuk mencegah kanker serviks. Terutama bila Anda telah aktif secara seksual. Salah satu cara mendeteksi adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur, sekitar 3 tahun sekali. Pap smear adalah pengambilan sampel dari leher rahim untuk memastikan ada atau tidaknya ketidaknormalan yang dapat mengarah pada kanker serviks. Selain pap smear Anda bisa melakukan tes IVA (inspeksi visual asetat).

Bila hasil pap smear bagus, Anda bisa melanjutkan dengan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang ditengarai sebagai penyebab hampir 70 persen kanker serviks. Vaksinasi ini juga bisa diberikan pada anak mulai usia 9 tahun. Sedangkan untuk orang dewasa bisa diberikan hingga usia 45 tahun, bahkan bisa hingga usia 55 tahun.

Vaksinasi pencegah kanker serviks ini berupa suntikan, yang dilakukan selama tiga kali. Setelah suntikan pertama, diulang lagi pada bulan kedua, lalu diulang kembali pada bulan ke-6. Dengan cara ini, vaksin HPV akan berfungsi dengan optimal.

Selain melakukan pencegahan dengan vaksinasi, Anda juga tetap harus menghindari faktor risiko kanker serviks yang sudah disebutkan di atas. Pola hidup sehat, seperti rutin berolah raga, cukup istirahat, dan juga mengonsumsi makanan yang bernutrisi pun harus Anda terapkan.

Jangan bosan mendengar nasihat itu, karena nasihat sehat tersebut telah terbukti bisa menjauhkan Anda dari kanker yang merenggut Julia Perez. [YBI]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments