foto0706

Cockatiel, Sahabat yang Perlu Bahagia

Cockatiel sebutannya. Jambulnya yang bak mahkota dan tubuhnya yang berbulu lembut bisa langsung membuat Anda jatuh hati. Burung asli Australia ini memang mirip kakatua. Dan seperti kakaktua, ia pun bisa menjadi pelipur lara, layaknya hewan peliharaan di rumah

Jangan khawatir akan dikenai sanksi hukum jika memelihara cockatiel. Burung ini belum tergolong burung yang dilindungi. Meskipun berasal dari Australia, cockatiel telah dibiakkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan menjadi salah satu hewan peliharaan favorit keluarga.

Posturnya yang jauh lebih kecil dari kakatua dan paruh yang tidak begitu tajam membuat burung ini aman menjadi teman bermain untuk anak-anak. Jika dipelihara sedari kecil, burung ini juga bisa sangat jinak dengan manusia. Anda bisa membelai bulu-bulunya atau meletakkannya di bahu tanpa khawatir cockatiel akan terbang dan kabur.

Si manja

“Karakter cockatiel sebenarnya bermacam-macam. Tapi biasanya mereka sangat jinak dengan manusia, bahkan ada yang cenderung manja. Sekali diletakkan di bahu, cockatiel yang manja bisa jadi tidak mau turun dan enggan balik ke kandang. Mereka juga sangat suka dielus-elus. Tapi beda jenis cockatiel, bisa beda juga lokasi favorit elusan. Ada yang suka dielus di bagian leher, ada yang suka dielus di bagian kepala,” terang Amalia, salah satu pengelola Pumppumpkinkin yang membiakkan dan menawarkan cockatiel sebagai hewan peliharaan.

Jinak-jinak manja.

Cockatiel memang layak menjadi hewan peliharaan saat ini. Tingkah lakunya yang jinak dan bisa diajak bermain membuat burung ini menggemaskan. Belum lagi tampilan bulu-bulunya yang berwarna-warni, seolah bersolek, burung ini bisa mempercantik isi rumah Anda. Perawatannya pun mudah. Selain memberikan pakan dan minum serta permainan khusus cockatiel, sarangnya hanya perlu dibersihkan setiap dua hari sekali.

Cara memelihara

“Di Pumppumpkinkin, cockatiel ini kami tawarkan sekitar Rp 1-2 juta per ekor, tergantung dari umur dan jenisnya. Jika dirawat dengan baik dan bahagia, Pumppumpkinkin bisa hidup sekitar 15-25 tahun atau lebih. Tapi kalau cockatiel sakit-sakitan dan jarang diajak main, hidupnya bisa lebih singkat,” kata Amalia.

Diajak bermain artinya ada interaksi antara pemilik burung dengan cockatiel. Semakin sering diajak berinteraksi seperti mengelus atau meletakkannya di bahu, cockatiel akan semakin bahagia. Amalia menyarankan paling tidak cockatiel diajak bermain minimal satu jam sehari.

Cockatiel mudah perawatannya.

Meskipun memiliki sangkar atau kandang, Anda bisa mengeluarkan cockatiel dari kandangnya. Amalia mengatakan, bila sudah jinak dengan manusia, cockatiel biasanya enggan terbang dan lebih memilih berdekatan dengan manusia. Namun, untuk berjaga-jaga, ada bagian sayap cockatiel yang dilekatkan dengan selotip atau dipotong sedikit agar cockatiel tidak mudah terbang.

“Kalaupun terbang, cockatiel hanya terbang pendek-pendek. Burung ini juga pasti akan kembali ke pemiliknya atau ke kandangnya karena merasa sudah nyaman di situ. Makan-minum dan perawatannya terjamin jika dipelihara manusia,” kata Amalia.

Jika Anda kurang tertarik memelihara anjing, kucing, kelinci, atau ikan hias. Cockatiel bisa jadi pilihan. Burung ini hanya memakan biji-bijian. Untuk pakannya, Anda bisa mendapatkannya di toko hewan peliharaan atau memesan secara online. Pumppumpkinkin hanyalah salah satu penjual cockatiel, Anda bisa menemukan penjual cockatiel lainnya di Jakarta. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula/Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments