foto0506

Bijak Belanja Selama Bulan Puasa

Pernahkah Anda menghitung cermat pengeluaran di bulan puasa? Secara logika, pengeluaran di bulan puasa seharusnya lebih kecil daripada di bulan-bulan lainnya, karena kebutuhan makan yang biasanya tiga kali sehari hanya menjadi dua kali sehari. Namun, yang sering terjadi malah sebaliknya. Pengeluaran di bulan puasa jauh lebih membengkak. Apakah penyebabnya?

Ini karena ada berbagai pengeluaran “tak biasa” yang muncul dan Anda secara ringan menurutinya. Misalnya, sering buka bersama dengan teman-teman dan keluarga di restoran atau kafe. Atau membeli banyak makanan untuk berbuka puasa.

Itu semua akan menggerus anggaran belanja Anda. Memang, Anda mungkin akan mendapat tambahan pendapatan dari THR. Namun ingat, pengeluaran Anda untuk lebaran atau mudik pun tak kecil. Agar bujet selama bulan puasa tidak berlebihan, berikut beberapa bahan pertimbangan dalam mengelola dana belanja.

  1. Manfaatkan promo belanja

Umumnya, pada bulan puasa, supermarket-supermarket besar memberi harga diskon untuk barang-barang keperluan rumah tangga atau yang berhubungan dengan bulan puasa. Manfaatkan promo tersebut. Parkson Gourmet Mart Bintaro contohnya, memberikan penawaran berupa Gift Lapis Surabaya untuk setiap pembelanjaan dengan minimal transaksi senilai Rp 600.000. Parkson Gourmet juga memberikan harga spesial untuk buah segar, seperti stroberi Briscoll, kiwi Gold Zespri, dan cherry.

  1. Pertimbangkan antara memasak atau membeli makanan jadi

Bagi rumah tangga dengan anggota keluarga yang cukup banyak, memasak memang menjadi opsi penting. Selain bisa mengontrol menu masakan, memasak tentu lebih hemat dari segi keuangan keluarga. Namun, bagi mereka yang tinggal sendiri, sebaiknya pertimbangkan untuk membeli makanan jadi. Seringkali membeli makanan matang justru lebih murah daripada memasak sendiri, baik dari pembelian bahan masakan hingga kebutuhan semacam minyak dan gas elpiji.

  1. Menyimpan bahan masakan yang bisa tahan lebih lama

Bukan berarti kita harus selalu membeli bumbu siap saji atau makanan beku instan. Memilih bahan masakan yang bisa tahan lebih lama bisa diatur dengan penyimpanan yang baik. Misalnya, sayuran seperti kentang, labu, terong, dan sebagainya bisa disimpan lebih lama, sehingga bisa diolah beberapa hari kemudian. Begitu juga dengan sumber protein hewani seperti daging dan ikan yang bisa disimpan dengan baik atau direbus terlebih dahulu, agar bisa bertahan lebih lama di freezer.

  1. Membatasi diri untuk buka bersama di luar

Salah satu ciri khas yang melekat pada bulan puasa adalah momen buka bersama (bukber). Dengan bukber, kita bisa bersilaturahim dan menjalin keakraban dengan banyak orang. Namun, tetaplah memperhatikan pola konsumsi Anda. Untuk berhemat, Anda bisa mencari resto yang menyediakan paket promo santap selama bulan puasa.

  1. Persiapan mudik

Lebaran tinggal hitungan minggu. Bujet untuk mudik umumnya menyentuh dana bulan puasa. Karena itu atur dengan baik. Jika Anda mudik menggunakan kendaraan sendiri, siapkan kondisi kendaraan Anda. Mengetahui kondisi kendaraan sejak dini, mencegah Anda dari pengeluaran yang lebih besar bila terjadi kerusakan mobil yang lebih parah.

Kalau Anda tidak mudik, Anda harus mempersiapkan pengganti asisten rumah tangga (ART) yang mudik. Harga infal ART tidaklah murah, apalagi bila dihitung per hari. Bila Anda tak mau repot, Anda bisa mengalihkan dana untuk infal ART ke dana menginap di hotel bersama keluarga. Anda bisa mencari hotel yang menawarkan promo Lebaran. Hotel Santika Premier Bintaro misalnya, menawarkan promo spesial Gak Balik Kampung Room Package. Harga yang ditawarkan mulai Rp 799.000 untuk 3 hari 2 malam nett, sudah termasuk laundry. Ini bisa jadi alternatif bagi Anda yang memilih tidak mudik. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments