foto2305

Tantangan Saat Naik Jabatan

Mendapat promosi jabatan memang membanggakan. Namun kebanggaan tersebut sepaket dengan tanggung jawab besar. Supaya “perjalanan” menaiki jabatan berjalan mulus, kuasai “medan tempurnya.”

Apalagi bila Anda adalah the rising star. Atau orang muda yang cepat melejit. Banyak orang yang akan mengawasi Anda. Baik secara terang-terangan, maupun diam-diam. Sedikit saja tergelincir, Anda bisa terdorong dengan keras.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengenal beberapa risiko yang mungkin muncul seiring dengan naiknya jabatan Anda. Berikut ini adalah beberapa adaptasi dan hal-hal yang mungkin akan Anda alami ketika mendapatkan promosi jabatan dan menduduki posisi baru.

Hak dan tanggung jawab

Hal yang paling menggiurkan ketika naik jabatan adalah naik gaji. Ya, biasanya ketika posisi kerja lebih tinggi, pemasukan akan menyesuaikan. Sisi lainnya, tugas dan tanggung jawab Anda akan bertambah. Anda pun perlu menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru. Menempati jabatan baru sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menjadi karyawan baru. Ada tugas-tugas yang berbeda dari sebelumnya dan perlu dipelajari. Ada kewajiban yang menuntut tanggung jawab besar yang perlu diemban.

Kemampuan manajerial

Ketika mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan membawahi sejumlah karyawan lainnya, Anda secara tidak langsung perlu memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik. Tidak hanya dalam mengoordinasikan tugas dan mengatur beban kerja karyawan di bawahnya, tetapi juga dalam mengatur waktu. Dengan tugas yang semakin rumit dan semakin banyak, Anda perlu mengatur waktu agar semua bisa dikerjakan dan dituntaskan dengan baik.

Pengambilan keputusan

Memegang wewenang lebih bukan berarti bisa menggunakannya sesuka hati. Justru seorang pemimpin baru perlu mengambil keputusan yang tepat dan bijak. Perlu diingat juga, setiap keputusan membawa konsekuensi dan belum tentu disetujui semua pihak. Anda perlu bersiap untuk menerima semua konsekuensi tersebut.

Menempatkan diri

Meninggalkan posisi staf dan menempati posisi manajerial pastinya akan membawa perubahan dalam hubungan sosial di kantor. Hubungan dengan rekan kerja sebelumnya yang kini menjadi bawahan pasti akan berbeda. Akan muncul rasa canggung dan sungkan dari rekan kerja lama. Bahkan bisa jadi Anda “ditendang” dari grup di media percakapan rekan-rekan kerja yang kini jadi bawahan Anda. Ini wajar saja terjadi di berbagai kantor dan inilah salah satu risiko naik jabatan. Anda pun perlu menyikapinya dengan lapang dada.

Penanganan konflik

Perseteruan, konflik, atau friksi sangat mungkin terjadi di kantor. Sebagai atasan baru, Anda pun perlu bijak dalam menempatkan diri dan bersikap obyektif. Hindari terjebak dalam konflik antarkaryawan dan memihak salah satu kubu. Sebagai atasan, Anda pun perlu melihat situasi dan pokok permasalahan secara lebih jernih. Dengan begitu, Anda bisa mengambil sikap yang tepat sebagai atasan sebagai pembawa solusi. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments