foto0206

Agar Tak Dehidrasi Saat Puasa

Hampir 14 jam tidak minum tentu bisa mendatangkan risiko dehidrasi. Namun ini bukan harga mati. Keadaan tersebut bisa disiasati dengan pengaturan minum dan pola makan yang tepat saat buka dan sahur.

Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan faktor lingkungan dan cuaca. Ketika cuaca sangat panas dan terik mentari menyengat, sementara aktivitas di luar ruangan cukup padat, dehidrasi yang ditandai rasa haus makin mungkin terjadi. Padahal efek dehidrasi tak bisa dianggap sepele.

Arti dehidrasi sendiri adalah kurangnya asupan cairan dalam tubuh. Dalam kondisi normal, komponen air dalam tubuh manusia bisa mencapai 60-70%. Air ini berfungsi untuk mendukung sistem metabolisme serta mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan dari tubuh.

Jenis dehidrasi

Dehidrasi bisa digolongkan menjadi dehidrasi ringan dan dehidrasi berat. Gejala-gejala dehidrasi ringan antara lain muncul rasa haus dan mulut terasa kering dan lengket. Dalam dehidrasi ringan, urin akan menjadi lebih gelap, jumlahnya pun berkurang, dan seseorang akan semakin jarang ke toilet untuk buang air kecil.

Dehidrasi juga bisa menyebabkan sembelit. Karena cairan dalam tubuh berkurang, tubuh pun biasanya akan terasa lebih cepat lelah dan lemas. Dehidrasi juga bisa memengaruhi kondisi otak. Indikasinya antara lain susah berkonsentrasi, pusing, kepala nyeri, hingga kecenderungan seseorang bersikap emosional.

Kulit juga terkena imbas dari dehidrasi. Saat dehidrasi, kulit tubuh akan menjadi kering, bersisik, dan pecah-pecah. Produksi kolagen dalam tubuh pun tidak optimal. Ini yang menyebabkan mudahnya timbul kerutan pada wajah yang kering. Indikasi lainnya, kulit bagian bibir kering dan pecah-pecah.

Gejala dehidrasi berat beda lagi. Seseorang yang mengalami dehidrasi berat akan lebih mudah kebingungan atau disorientasi. Emosinya juga akan lebih sensitif; seseorang akan lebih mudah marah dan tersinggung.

Dehidrasi berat memiliki gejala lain seperti denyut jantung yang lebih cepat (tetapi denyutnya lemah), napas tidak stabil, demam, tingkat kesadaran menurun, tekanan darah menurun, kulit kering/tidak elastis, pusing, dan bisa mengalami kejang-kejang.

Siasat pencegahan

Meskipun demikian, berpuasa bukan berarti seseorang akan mengalami dehidrasi. Justru, selama bulan puasa ini, Anda perlu mengetahui cara-cara agar tubuh tetap terjaga dan terhindar dari dehidrasi berat. Salah satu caranya adalah dengan menghindari aktivitas yang menguras keringat berlebihan dan menghindari aktivitas yang berada di bawah paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama. Cara-cara ini akan membuat tubuh terhindar dari kekurangan cairan.

Saat sahur dan berbuka, cukupilah asupan air putih. Namun, hindari menenggak air minum hingga 2 liter sekaligus. Sebaiknya bagilah konsumsi air putih, misalnya 1 gelas air putih tiap 1 jam sekali. Tingkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung cairan saat sahur dan berbuka puasa. Misalnya, sayuran segar dan buah-buahan.

Agar kulit terhindar dari efek kekeringan, berikan pelembap. Tidak hanya pada wajah, oleskan juga pelembap ke sekujur tubuh. Anda juga bisa melakukan perawatan pada malam hari seperti menggunakan masker atau krim malam. Dengan perawatan rutin, kulit pun akan tetap segar di bulan puasa. Pengaturan pola makan yang tepat juga akan meminimalkan Anda dari risiko dehidrasi. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments