foto3105

Yuk Nak, Kita Puasa Bersama!

Bagi orang tua yang memiliki anak di bawah usia 8 tahun, inilah saat tepat untuk mengenalkan puasa pada si kecil. Dengan begitu, suasana religi akan semakin terasa dan bisa mendorong anak-anak untuk turut serta ambil bagian dalam keberkahan bulan suci Ramadhan.

Agar pelatihan berpuasa pada si kecil bisa berjalan mulus, ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan. Pelatihan ini bisa Anda lakukan berurutan dengan tetap menyesuaikan kondisi fisik dan psikis anak.

– Menanamkan keutamaan puasa

Tanamkan hikmah dan keutamaan berpuasa kepada anak-anak bahkan sejak dalam buaian. Orang tua bisa menyelipkan pesan-pesan tersebut melalui film religi dan buku bergambar bernuansa islami yang menarik. Selain itu, dalam interaksi sehari-hari orang tua juga bisa menasihati anak melalui tingkah laku dan juga perkataan selama masa puasa. Tak lupa, orang tua pun perlu memberikan contoh berpuasa yang baik untuk anak.

– Membiasakan anak untuk ikut bangun ketika waktu sahur

Ajaklah agar anak untuk sahur, sehingga ia bisa semakin terbiasa bangun pagi ketika waktu sahur tiba. Orang tua pun perlu menciptakan suasana rumah yang menyenangkan ketika sahur. Jadi, anak-anak yang masih ngantuk pun akan merasa lebih nyaman dan senang untuk bangun sahur.

– Mulai belajar berpuasa dengan durasi waktu tertentu

Ketika anak mulai bertumbuh dan berkembang, orangtua bisa mulai membiasakan anak untuk menahan lapar dan haus secara berkala. Misalnya, setelah ikut makan sahur, anak dilatih untuk menahan lapar dan haus sekuatnya. Apabila anak biasa sarapan pukul 7, maka waktu sarapan bisa diundur beberapa jam sesuai kemampuan anak. Apabila anak sudah tidak kuat, maka biarkan dia makan dan minum secukupnya. Setelah itu kembali dukung dia untuk berpuasa beberapa jam ke depan, kemudian berbuka, dan berpuasa kembali. Begitu terus hingga waktu adzan maghrib tiba. Hal ini harus dilatih terus menerus untuk menimbulkan kesadaran anak. Hindari memaksa anak karena bisa menimbulkan rasa benci untuk beribadah dan membuat dia sembunyi-sembunyi berbuka.

– Melatih berpuasa setengah hari

Setelah anak semakin besar, latih anak untuk berpuasa setengah hari. Anak-anak menjelang usia baligh (sekitar usia 10 tahun) biasanya sudah cukup kuat untuk bisa berpuasa setengah hari tanpa makan dan minum. Setelah berbuka di waktu dhuhur, latih anak untuk kembali berpuasa sampai maghrib.

– Memenuhi waktu puasa anak dengan kegiatan yang ringan tetapi bermanfaat

Kondisi badan yang lemas ketika berpuasa biasanya menjadi alasan anak-anak maupun orang dewasa untuk sering tidur maupun bermalas-malasan. Oleh karena itu, orangtua perlu memberi contoh terlebih dulu. Orangtua dan anak bisa sama-sama melakukan aktivitas seperti hari-hari biasa tetapi dengan tidak terlalu memforsir tenaga. Misalnya, membaca buku atau membuat barang-barang kreatif. Bersama-sama menyusun puzzle juga bisa jadi kegiatan yang menyenangkan.

– Menciptakan suasana berbuka puasa yang seru

Waktu berbuka puasa merupakan momen penting yang ditunggu-tunggu. Agar anak merasakan atmosfer yang menyenangkan, ciptakan suasana berbuka puasa yang penuh kekeluargaan dan lebih menyenangkan dengan rasa syukur. Sesekali, ajaklah anak berbuka puasa bersama di rumah kerabat, berkumpul dengan sejumlah tetangga, atau bahkan shalat tarawih di masjid. Lebih dari sekadar berkumpul dan berbuka puasa bersama, manfaatnya, anak-anak bisa bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments