foto1

Akhir Pekan Seru bersama Hewan Kesayangan

“Anjing jenis pug itu enaknya tidak banyak tingkah. Tapi memang tidak secerdas anjing lainnya. Walau begitu, anjing pug ini sebenarnya bisa diajari juga, misalnya bagaimana buang air di toilet,” kata Michelle. Ia memelihara 3 anjing pug yang disebutnya Gendodot Family. Banyak kisah seru lainnya dari para pecinta binatang peliharaan di acara Pets Day Out. Inilah berbagai ceritanya.

“Pablo, siniiii….”

Mendengar namanya disebut, makhluk berbulu itu hanya bergeming. Sekali lagi sang pemilik, memanggil, Pablo tak kunjung bergerak. Dengan santainya, anjing pomeranian berbulu putih kecokelatan itu justru membaringkan tubuhnya di rerumputan. Seorang gadis kecil berbaju pink menghampiri Pablo dan mengelus-elusnya. Pablo tampak semakin pasrah tidur-tiduran di rerumputan Scientia Square Park, Gading Serpong.

Acara kumpulnya pemilik hewan peliharaan.

Pablo hanyalah salah satu pomeranian di Pets Day Out, Sabtu (27/5) lalu. Selain Pablo yang baru berumur 2 bulan, ada juga Belo, anakan golden retriever yang baru berumur 3 bulan. Anjing ras lain seperti pug, chihuahua, siberian husky, dalmatian, alaskan malamute, hingga pudel juga turut mewarnai suasana Pets Day Out.

Dalam Pets Day Out ini, beragam acara menarik digelar. Di antaranya community gathering, adopsi, buka puasa bersama, sharing dari salah satu penyayang binatang, bazaar makanan hewan peliharaan dan aksesoris, hingga beragam game seru. Semakin sore, justru kemeriahan Pets Day Out semakin bertambah.

Bruno, anjing penjelajah jenis Beagle berusia 5 tahun juga ikut memeriahkan acara ini.

Bruno, anjing penjelajah jenis Beagle berusia 5 tahun juga ikut memeriahkan acara ini.

Burung eksotis         

Meskipun kebanyakan pengunjung Pets Day Out ini membawa hewan peliharaan anjing, ada juga yang membawa hewan peliharaan lainnya. Di antaranya tupai, kelinci, dan marmut. Di area bazaar bahkan terdapat stand yang menyediakan bentukan kayu imitasi yang bercabang-cabang. Burung-burung kecil warna-warni hinggap di atasnya.

Burung cockatiel yang menarik perhatian pengunjung.

Sepintas, burung itu mirip kakatua tetapi jauh lebih kecil, hanya seukuran burung betet. Bulu-bulu halus di atas kepalanya yang kerap berdiri layaknya mahkota juga semakin mendekatkan kesamaan dengan kakaktua.

“Burung ini memang masih satu famili dengan kakatua, namanya cockatiel, burung asli Australia. Dulu impor, tapi sekarang sudah semakin banyak dibiakkan di Indonesia,” terang Amalia, salah satu pemilik Pumppumpkinkin, pembiak cockatiel yang berokasi di Green Lake City, Jakarta barat.

Amalia menjelaskan, cockatiel ini hewan yang bisa semakin jinak asalkan pemilik cockatiel rajin berinteraksi dengan burung unik ini. Cockatiel yang jinak bisa dielus, digosok bagian lehernya, atau bahkan bertengger di bahu dan kepala pemiliknya. Tidak usah khawatir akan dipatuk. Paruh cockatiel jauh lebih kecil dibandingkan kakatua dan burung ini jarang mematuk.

“Jika dirawat dengan kasih sayang dan cockatiel bahagia, usianya bisa sampai 25 tahun. Cara membuat cockatiel bahagia bisa dengan cara sering-sering mengajaknya berinteraksi,” kata Amalia.

Aneka burung peliharaan warga yang jinak.

Di area lain Scientia Square Park, sejumlah burung warna-warni bertengger di atas pijakan kayu. Burung-burung yang ukurannya bisa mencapai panjang satu meter ini antara lain didatangkan oleh komunitas Rumah Parrot. Rumah Parrot membawa beberapa jenis burung macau seperti red wing dan golden blue yang berasal  dari Argentina serta jenis burung lain seperti sunconure.

Burung-burung ini juga terbilang cukup jinak. Dengan satu panggilan, seekor macau terbang dan hinggap di tangan salah satu pemiliknya. Begitu juga dengan sunconure, burung yang berwarna kekuningan seperti matahari yang hobi hinggap di pundak pengunjung. Anda pun bisa mengajak anak-anak untuk mengajari mereka mencintai hewan peliharaan seperti anjing dan aneka burung di Pets Day Out. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments