foto1905

Sahur Tanpa Repot Berkat Makanan Beku

Puasa di Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Daripada nanti Anda kerepotan menyiapkan menu makan sahur, Anda bisa menyicil membuat makanan dari sekarang, kemudian bekukan. Saat sahur nanti Anda tinggal memanaskan atau memasak cepat. Praktis ‘kan?

Makanan beku tak hanya berbentuk nugget, baso, atau sosis. Makanan beku bisa merupakan makanan  yang Anda masak seperti biasa, lalu Anda simpan di freezer agar bertahan lebih lama.

Yang praktis saja

Jenis masakan yang seringkali diolah menjadi makanan beku bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni makanan beku matang dan setengah matang. Makanan beku matang ini, seperti namanya, adalah masakan matang yang kemudian dibekukan agar bisa dinikmati sewaktu-waktu.

Termasuk jenis ini adalah hampir semua masakan matang yang diolah dengan baik dan dibekukan dalam plastik atau frozen box yang tertutup rapat. Misalnya saja untuk masakan berkuah (gulai, rawon, kare, soto, lodeh, dan lainnya) serta masakan berbumbu (rendang, ayam/daging cabai, pepes ikan/tahu, kentang/terong balado, dan lainnya). Sayangnya, masakan olahan sayur rata-rata tidak tahan lama disimpan. Di samping itu, ketahanan makanan satu sama lain juga berbeda, jadi membutuhkan percobaan sendiri-sendiri sesuai kreasi Anda.

Sementara itu, masakan setengah matang merupakan bahan makanan beku yang populer untuk disiapkan. Bahan masakan ini sudah hampir matang, namun masih bisa digoreng atau diolah lagi agar lebih renyah ketika disajikan. Di antaranya yang paling sering dibuat sendiri adalah nugget ayam, ayam bumbu kuning, perkedel kentang, tahu bakso, bakso, dan seafood yang sudah dibumbui. Semua bahan masakan itu tinggal digoreng saja ketika hendak disajikan. Bisa juga diolah dengan bumbu sederhana sesuai selera Anda. Praktis dan lezat, tentunya.

Rambu-rambu menyimpan makanan beku

Meskipun pembekuan makanan adalah salah satu cara pengawetan makanan yang paling mudah, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika membekukan makanan. Hal ini untuk menjaga agar makanan tetap higienis, sehingga aman dikonsumsi. Karena salah dalam penyimpanan tetap bisa membuat bakteri tumbuh. Berikut adalah hal-hal yang sebaiknya Anda perhatikan, menurut webmd.com:

1/ Jaga agar makanan yang akan dibekukan disimpan dalam wadah kedap udara. Ini untuk menjaga agar sesedikit mungkin udara masuk. Karena udara bisa membuat bakteri tumbuh subur.

2/ Usahakan agar makanan cepat membeku setelah dimasukkan freezer, agar tidak ada bakteri yang sempat tumbuh. Untuk itu, jangan gunakan wadah yang terlalu besar. Kalau bahan makanan Anda banyak, Anda bisa membaginya ke dalam beberapa tempat yang tak terlalu besar.

3/ Sesegera mungkin dinginkan makanan panas sebelum dibekukan. Anda bisa mendinginkan makanan menggunakan cara ini: Letakkan wadah makanan panas di dalam wadah besar yang berisi air es atau es batu. Aduk dengan sering untuk menjaga udara dingin bersirkulasi.

4/ Beri label dan tanggal pembekuan pada kemasan makanan.

5/ Untuk mencairkan makanan beku, Anda bisa meletakkannya di kulkas saat malam hari sebelum sahur. Atau mencairkannya menggunakan microwave.

[KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments