foto1805

Rumahku, Kantorku…

Berkantor di rumah, mengapa tidak? Majunya teknologi dan akses internet yang mudah membuat kita bisa mengerjakan tugas di berbagai lokasi. Salah satunya, rumah sendiri. Namun memang ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan saat ingin mengubah rumah menjadi kantor. Meski tak seluruh bagian rumah Anda gunakan.

Ada beberapa kelebihan bila menggunakan rumah sebagai kantor. Pertama tentu hemat biaya. Apalagi bila usaha Anda masih dalam skala kecil. Daripada menyewa ruang di sebuah gedung atau ruko, Anda bisa menggunakan beberapa ruangan yang jarang digunakan di rumah sebagai ruang kantor.

Tak usah malu. Berkantor di gedung tidak lagi sebuah prestise. Kenyamanan tempat untuk bekerja, lebih diutamakan. Bahkan beberapa profesi memang lebih enak dilakukan di rumah. Seperti programmer, gamer, animator, kartunis, ilustrator, penulis lepas, desainer grafis, dan lainnya.

Kantor, saat ini, bisa berarti sebuah sudut dalam rumah kita sendiri atau bahkan hanya selebar laptop atau notebook. Meskipun nantinya juga akan membutuhkan space yang lebih luas lagi apabila bisnis semakin berkembang. Namun, rata-rata kantor skala kecil cukuplah dengan satu-dua ruang saja. Biasanya pilihan ada pada ruang tamu atau garasi yang lebih dekat dengan pintu keluar.

Apabila kantor yang ingin dibangun hanya untuk diri sendiri (kantor privat) mungkin penataan tak perlu kompleks. Yang penting, kantor bisa membangkitkan mood untuk bekerja di tengah suasana rumah yang biasanya sebagai tempat bersantai. Namun, kantor juga perlu aman dari gangguan, mengingat fokus bekerja dari rumah lebih rentan teralihkan oleh urusan rumah tangga atau keluarga. Lebih-lebih bila pekerjaan melibatkan orang lain, partner kerja misalnya, maka penataan lokasi perlu dilakukan dengan terencana.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menata kantor di rumah sendiri agar sesuai dengan kebutuhan.

Perhatikan jumlah orang. Membuat desain awal kantor sesuai bidang pekerjaan dan jumlah orang yang akan bergabung. Hal ini akan menjadi patokan awal agar penataan ruangan dan penempatan perlengkapan kantor sesuai dengan ukuran ruangan dan fungsi.

Daftar barang. Buat daftar barang dan peralatan yang akan dibutuhkan dalam pekerjaan sehari-hari di kantor nantinya. Daftar ini akan bermanfaat sebagai dasar pertimbangan untuk menambah furnitur baru atau memanfaatkan perabotan dan perlengkapan yang sudah tersedia di rumah.

Pilihan ruangan. Memilih ruangan yang pas untuk dijadikan kantor, sekaligus mempertimbangkan berbagai aspek kesehatan dan kenyamanannya. Misalnya mengenai ventilasi udara, tata pencahayaan, jauh dekatnya dengan toilet, dan sebagainya. Pertimbangkan juga kegiatan yang dilakukan, misalnya ruang rapat.

Renovasi. Mulai merenovasi ruangan sesuai kebutuhan kantor dan ketersediaan dana. Satu hal yang paling penting adalah berusaha menciptakan suasana kantor yang profesional agar tidak terasa seperti di rumah tetapi tetap nyaman untuk bekerja. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments