foto1605

Wanita Karier atau Ibu Rumah Tangga?

Karier atau rumah tangga? Pilihan yang kerap menghantui wanita. Terutama ketika mereka memutuskan untuk berkeluarga, dan memiliki anak. Sebelum mengambil keputusan penting tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya, para wanita, pertimbangkan.

Memang, apapun pilihan yang diambil, pasti akan mendatangkan konsekuensi. Seandainya karier jadi pilihan, tetap saja seorang istri diharapkan bisa membagi waktu dengan baik serta mampu multitasking -kerjaan kantor beres, kerjaan rumah juga beres- semaksimal mungkin. Itu berarti tugas ganda menanti.

Sementara itu, istri  yang memilih menjadi ibu rumah tangga juga diharapkan mampu menjalankan perannya dengan lebih baik. Bukan pula beban jadi berkurang. Sebaliknya, tugas berat juga menanti.

Bagi wanita yang telah lama berkarier, beralih menjadi ibu rumah tangga purnawaktu kadang merupakan suatu pilihan yang tak mudah. Apalagi saat karier sedang mencapai titik puncaknya, sedangkan perjuangan meraih karier impian tidaklah mudah. Meskipun demikian, ada banyak hal yang pasti jadi pertimbangan tersendiri bagi seorang perempuan untuk meninggalkan karier emasnya.

Alasan terbesar yang acap kali mendorong pilihan tersebut adalah masalah pengasuhan anak. Naluri seorang ibu yang tidak ingin berpisah lama dengan anaknya seringkali menjadi alasan kuat kenapa memutuskan untuk resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan.

Namun sebelum memutuskan untuk resign dan menjadi ibu rumah tangga purnawaktu, pikirkan beberapa hal berikut ini dengan matang.

– Meluruskan niat
Apapun alasan yang menjadi latar belakangnya, keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga harus diimbangi dengan komitmen dan keikhlasan. Artinya, tekad Anda untuk meninggalkan karier sudah bulat. Dan Anda sudah siap dengan segala risikonya.

– Pertimbangan suami
Apapun keputusan Anda, akan memengaruhi keluarga, termasuk suami. Karena itu, libatkan suami dalam mengambil keputusan. Sebagian suami mungkin sepenuhnya mendukung karena ingin istrinya fokus di rumah. Tapi sebagian suami terkadang tetap berusaha berpikir rasional dengan mengajak istri berdiskusi lebih lanjut. Misalnya mengenai kerelaan istri untuk meninggalkan karier yang telah diperjuangkan selama ini. Selain itu, seringkali masalah ekonomi juga menjadi bahan pertimbangan tersendiri. Anda berdua harus menyadari kelebihan dan kekurangan dari setiap keputusan yang diambil. Hal ini dapat memperkecil konflik ketika sebuah perubahan terjadi.

– Mencari peluang wirausaha
Menjadi ibu rumah tak berarti Anda tak bisa memiliki kesibukan lain. Justru saat di rumah, banyak ibu rumah tangga yang kemudian mengembangkan kemampuan wirausaha mereka. Selain masalah ekonomi, rata-rata ibu rumah tangga memang tetap membutuhkan sarana untuk bersosialisasi dan mengembangkan diri untuk mengalihkan kebosanan karena rutinitas. Apalagi bila sebelumnya si ibu merupakan wanita karier yang terbiasa aktif. Membuka usaha atau merintis bisnis di sela-sela aktivitas rumah tangga bisa menjadi salah satu peluang untuk menambah kesibukan. Dan tentu saja, bisa menambah penghasilan. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments