foto1505

Tabungan bersama Pasangan, Yay or Nay?

Tabungan identik dengan sesuatu yang personal dan rahasia. Namun bukan berarti tidak bisa dibagi kepada pasangan. Boleh saja Anda dan pasangan berkomitmen untuk menabung bersama. Tetapi sebaiknya kenali dulu rambu-rambunya agar tabungan bersama tetap seawet hubungan Anda.

Yang dimaksud tabungan bersama adalah tabungan yang dikumpulkan bersama pasangan dan disatukan dalam satu rekening. Tentu hal ini akan berbeda keadaan maupun kepentingannya, antara pasangan yang sudah menikah dan pasangan yang belum (atau akan) menikah.

Apabila pasangan tersebut sudah terikat dalam pernikahan, memiliki tabungan bersama terbilang cukup penting. Apalagi bila sudah dikaruniai anak yang membutuhkan perencanaan jangka panjang. Tabungan pendidikan, misalnya. Untuk merancang pembiayaan anak dalam menempuh pendidikannya nanti, tabungan pendidikan menjadi sesuatu yang mutlak.

Namun, tabungan bersama bagi pasangan menikah juga bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier agar bisa lebih meningkatkan kualitas hidup berumah tangga. Misalnya saja tabungan untuk traveling, tabungan haji, tabungan hari tua dan lainnya.

Sementara itu, untuk pasangan yang masih dalam tahap berpacaran atau sudah bertunangan, tabungan bersama membutuhkan komitmen tinggi dari kedua belah pihak. Masalah uang memang cukup sensitif. Juga masalah kepercayaan.

Karena itu, diperlukan keterbukaan, kesetaraan, dan kejujuran untuk mengelola tabungan bersama. Ketika berniat untuk membuka tabungan bersama, sebaiknya bicarakan dengan matang mulai dari tujuan bersama, target dana, dan tempo waktunya, serta kesepakatan bersama untuk menyelesaikan konflik jika mereka terpaksa harus berpisah nantinya. Hal ini tentu juga berlaku bagi pasangan suami istri, karena bisa saja pasangan yang sudah menikah bercerai di kemudian hari.

Jika demikian, apa saja yang boleh dan tidak dilakukan oleh pasangan ketika niat memiliki tabungan bersama terbersit? Berikut ini adalah sejumlah kesimpulan dari berbagai sumber.

“Yay”
– Target dana bisa berasal dari dua sumber atau kedua pasangan. Tujuan paling populer tabungan bersama adalah untuk biaya resepsi pernikahan (bagi pasangan yang belum menikah) dan tabungan pendidikan bagi anak untuk pasangan suami istri.
– Tabungan bisa mendukung peningkatan kualitas hubungan bersama pasangan. Dengan tabungan bersama, pasangan bisa saling mengingatkan dalam pengelolaan uang, lebih hemat, dan lebih bijak dalam menggunakan uang, serta lebih disiplin dalam menabung karena memiliki tujuan finansial yang sama.

“Nay”
– Tabungan bersama hanya berfungsi sebagai wadah penyimpanan uang. Jika hanya ini fungsinya, tabungan bersama menjadi kurang efektif. Tabungan bersama seharunya dirancang dan dikelola dengan matang. Untuk itu, diperlukan komitmen dan kesepakatan yang jelas di awal menabung. Sebagai contoh, tentang tujuan finansial yang ingin dicapai, target dana, jangka waktu, serta antisipasi jika terjadi konflik.
– Hanya sekadar menyimpan tanpa memerhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Padahal, jika membuat rekening bersama di bank, pasangan perlu memperhatikan semua detail dan informasi tentang tabungan. Pihak bank pun sebaiknya juga cermat agar terhindar dari gugatan dari salah satu pihak pemilik tabungan bersama. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments