foto5

Menjelang Ucapan “Saya Terima …”

Ada yang bilang, masa kritis dalam percintaan adalah menjelang pernikahan. Saat itu, pasangan yang paling kompak pun bisa bertengkar. Semua terjadi karena setiap pasangan ingin acara pernikahan yang sempurna, terutama bagi pengantin wanita. Di sinilah Wedding Expo berperan. Seperti yang digelar di Bintaro Jaya Xchange.

Kain ungu pucat itu melayang ringan. Layaknya ombak, tulle ungu pucat itu terhempas lembut, seiring langkah gemulai gadis semampai berparas cantik. Jalinan bebungaan kecil yang menghiasi bagian depan gaun pengantin layaknya untaian kelopak yang berjatuhan ketika sang model melangkah. Desah kagum dan decak takjub terlontar dari berbagai sudut.

Wedding Expo yang digelar di Bintaro Xchange berlangsung semarak. Koleksi busana pengantin Oki Setiana Dewi Bridal hanyalah salah satu rangkaian acara puncaknya. Puluhan busana pengantin Oki memang berhasil memikat ratusan pasang mata pengunjung yang menyemut di area Atrium. Tidak hanya putih, Oki juga menampilkan koleksi busana bernuansa pastel yang manis sekaligus elegan.

Fashion show gaun pengantin.

Gelaran Wedding Expo ini digelar pada tanggal 5-7 Mei 2017. Dalam acara ini, terdapat sejumlah vendor pengantin yang menarik untuk dijadikan referensi bagi Anda yang ingin menggelar acara pernikahan. Para vendor tersebut antara lain Azka Anggun Art Dekorasi, Dapur Kita Catering, By Ant’s Photography, dan SLC Wedding Planner.

Lomba rias pengantin

Selain pameran pernikahan dan peragaan busana pengantin, Wedding Expo di Bintaro ini juga menggelar acara Lomba Rias Pengantin. Acara yang diikuti oleh puluhan perias pengantin mulai dari gaya tradisional, muslim/hijab, hingga internasional ini menyedot rasa penasaran pengunjung. Tidak sedikit yang merasa kagum melihat kepiawaian jemari lembut para perias yang mampu menyulap wajah yang gelap dan berjerawat menjadi wajah yang mulus, cerah, cantik, dan memesona setiap mata.

Koriyati dari Studio Imey sebagai salah satu pihak yang menggelar acara ini mengatakan, lomba ini terbuka untuk perias pengantin dari berbagai gaya. Alasannya, kriteria penilaian dilihat dari kualitas hasil riasan pengantin dan tidak terlalu fokus pada jenis busana pengantin yang dikenakan.

Salah satu hasil rias pengantin peserta.

“Kriteria penilaian dalam Lomba Rias Pengantin ini antara lain kehalusan bedak, bentuk alis, pembauran eyeshadow, serta kerapian riasan secara keseluruhan. Kehalusan bedak ini penting karena pengantin harus tampil cantik natural. Bentuk alis juga harus bagus karena membingkai wajah. Pembauran eyeshadow harus halus. Kami juga melihat bagaimana model rias pengantin berjalan dan membawakan gaunnya setelah dirias,” terang Indie, salah satu juri dalam Lomba Rias Pengantin ini.

Tidak ada kriteria spesifik untuk menjadi peserta lomba rias pengantin ini, termasuk jenis kosmetik yang digunakan. Asalkan bisa merias pengantin, membayar biaya pendaftaran, dan menyiapkan perlengkapan pendukung, semua perias pengantin bisa mengikuti ajang ini. Tidak hanya untuk perias pengantin profesional, beberapa peserta lomba rias pengantin ini juga banyak yang merupakan perias pengantin pemula.

“Lomba ini memang sifatnya terbuka. Bagi perias pengantin pemula, kompetisi semacam ini tentunya jadi semacam latihan buat mereka,” kata Koriyati.

Menunggu hasil penjurian.

Setelah memamerkan karya riasannya di hadapan pengunjung mal dan dewan juri, tidak jarang hasil riasan ini mendapatkan kritik. Tentu kritik yang membangun. Misalnya, mengenai bentuk alis yang kurang simetris, kritik ini bisa menjadi masukan bagi perias untuk menghasilkan polesan kosmetik yang lebih cantik lagi untuk mengubah mempelai perempuan menjadi memesona di hari pernikahannya. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments