foto3_tanpawatermark

Secangkir Kopi di Asem Gedhe

Jogja tak hanya soal gudeg atau bakpia. Secangkir kopi pun bisa membuat Anda kembali merindukan kota ini. Ditambah suasana Jogya yang ayem, membuat hati pun adem.

Salah satu yang bisa Anda singgahi adalah D’Santos Coffee & Idea.  Jaraknya tidak seberapa jauh, atau sekitar satu kilometer saja dari Stasiun Kereta Api Tugu. Jadi Anda bisa singgah sebentar saat keluar atau menuju stasiun.

Lokasi kafe ini ada di belakang Pasar Kranggan, tepatnya di Jalan Asem Gedhe dan masih termasuk kawasan Jetis, Yogyakarta. Dari perempatan Pingit, Anda hanya perlu berbelok ke arah utara dan belok lagi ke arah Jalan Asem Gedhe di belakang Pasar Kranggan.

Mungil namun homey

Kafe ini mungil saja. Dari sisi jalan, Anda bisa melihat langsung tempat meracik kopi dan barista yang sedang beraksi. Berkonsep semi terbuka, D’Santos memang tidak menggunakan penyejuk ruangan. Namun, itu tidak masalah. Hawa udara di Jogja tidak terlalu panas. Bahkan, Anda bisa bersantai menikmati angin semilir sejuk pada sore atau malam hari di Jogja.

Menurut Fery Santoso, pemilik D’Santos, kafe yang berdiri pada penghujung 2015 ini diambil dari nama belakangnya. Awalnya, ia ingin menjadikan D’Santos sebagai kantor desain furnitur dan interior yang digabungkan dengan coffee shop.

“Namun, seiring berjalannya waktu, kafe ini digunakan untuk bertemu klien dan menunjukkan sampel produk desain saya. Jadi, ada coffee shop dan ada desain. Lalu muncullah coffee & idea,” terang Fery.

Mural sentilan tempat asyik buat selfie.

Fery menuturkan, ia ingin menciptakan kafe yang homey untuk setiap orang yang masuk ke dalamnya. Ada perpaduan gaya industrial dan vintage di dalamnya. Ini terlihat dari sejumlah kursi kayu berpadu dengan material logam yang menempati sisi-sisi D’Santos.

Di sisi kanan kafe, terdapat mural dengan gambar Tugu Jogja bertuliskan “Urip mung mampir ngopi” artinya hidup hanya sekadar mampir untuk minum kopi. Bagi masyarakat Jawa, ungkapan ini terkesan menggelitik. Kalimat tersebut adalah plesetan dari ungkapan “urip mung mampir ngombe” atau hidup hanyalah sekadar mampir minum. Tentunya ungkapan menyentil ini meneguhkan identitas kafe yang berlokasi di jantung kota Jogja.

Kopi andalan

Aneka teknik penyeduhan kopi.

D’Santos menyajikan kopi dengan biji kopi robusta dan arabikan dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa jenis biji kopinya antara lain aceh gayo, flores bajawa, sidikalang, toraja sapan, suroloyo, raung ijen, papua wamena, luwak robusta ijen, luwak arabika ijen, dan lencoh. Setiap bulan, D’Santos menyajikan 6 varian biji kopi. Namun, bulan berikutnya, varian biji kopi tersebut diganti. Terkadang, tak sampai sebulan, dalam waktu 15 hari, Fery mengganti varian biji kopinya untuk menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda untuk pengunjung kafenya.

Saat berkunjung ke D’Santos, EBIN mencicipi kopi tubruk, kopi vietnam, dan camilan berupa omelet dan roti bakar cokelat. Kopi tubruknya memiliki rasa yang lekat. Terasa kesegaran biji kopi yang dipanggang pas, begitu pula dengan vietnam drip yang juga menghadirkan identitas kopi yang kuat di tiap kecapannya.

Roti bakar yang legit.

Pahitnya kopi yang berpadu dengan manisnya roti bakar juga serasi. Roti bakar berbentuk segitiga yang manis gurih ini mampu mengimbangi pahitnya kopi. Omelet bisa menjadi alternatif jika Anda penggemar camilan gurih.

Dengan kenyamanan dan kenikmatan ini, bersantai di D’Santos seolah tak mengenal waktu. Apalagi ditambah dengan suasana Jogja yang memang membuat nyaman, sudut ini bisa menjadi lokasi rehat yang pas bagi Anda. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula/dok. D’Santos Coffee & Idea

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments