foto0305

Anak Peka Butuh Pendampingan Ekstra

Setiap anak memiliki tingkat sensitivitas masing-masing. Ada yang kurang peka, biasa saja, maupun sangat peka. Terkadang sensitivitas tersebut mendatangkan ketidaknyamanan pada anak. Kenali tingkat sensitivitas anak, lalu sikapi dengan bijak. Agar anak tidak stres.

Tingkat sensitivitas anak berasal dari diri anak sendiri atau pengaruh dari kondisi lingkungan sekitarnya. Sensitivitas ini bisa berhubungan dengan banyak hal, baik fisik maupun psikis. Sensitif fisik misalnya sensitif terhadap bunyi, debu, sentuhan, perubahan iklim dan cuaca, bisa juga sensitif terhadap bahan makanan tertentu, minuman tertentu atau yang lainnya. Sensitif ini terutama berhubungan dengan kondisi fisik anak. Anak gampang sakit atau tidak, anak punya alergi atau tidak, dan sebagainya.

Cara mengenali anak yang sensitif secara fisik  bisa dengan cara mengetahui respon atau reaksi anak terhadap paparan fisik. Misalnya, anak gampang terbangun dari tidur ketika mendengar suara-suara. Atau anak mudah mengalami diare setelah minum susu.

Sensitif psikis

Sementara itu, sensitif psikis berhubungan dengan emosi anak, kepekaan anak terhadap sekitarnya, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan karakter serta sikap anak sehari-hari. Dalam hal ini, sensitivitas anak tidak bisa dideteksi serta-merta seperti pada sensitivitas fisik.

Contoh sederhana anak yang sensitif secara psikis antara lain mudah menangis. Kita mungkin menganggapnya cengeng. Namun, anak yang mudah menangis entah itu karena menonton film-film anak-anak yang sedih atau karena melihat tayangan video edukasi tentang proses rantai makanan, bisa menunjukkan bahwa anak mempunyai rasa empati yang tinggi.

Diperlukan kepekaan dan kepedulian dari orang dewasa disekitarnya untuk terus mengobservasi tingkah laku anak-anak. Apakah anak pendiam atau malah hiperaktif, apakah anak bereaksi berlebihan pada satu atau lain hal (emosian pada sesuatu, terlalu peka terhadap perkataan orang lain, atau bahkan bisa melihat yang tak kasat mata).

Anak yang sensitif baik secara fisik maupun psikis bukan berarti anak bermasalah. Anak hanya mampu menangkap emosi atau respon fisik yang lebih peka dibandingkan teman-teman seusianya. Hal ini pun bisa mendukung masa depannya nanti.

Bijak menyikapi

Untuk menangani tingkat sensitivitas anak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Kenali apa saja pola, bentuk, atau jenis sensitivitas anak
  • Identifikasi apa saja yang memicu sensitivitas anak, baik sensitif fisik maupun psikis, entah sebab dari dalam maupun luar rumah.
  • Mencari banyak informasi terkait kondisi anak dan berusaha memahami cara-cara menangani sensitivitas anak dengan lebih baik
  • Libatkan seluruh anggota keluarga untuk membantu dalam menangani sensitivitas anak
  • Berkonsultasi ke dokter atau ahli apabila dibutuhkan penanganan selanjutnya.

Dengan mengenali tingkat sensitivitas anak, lalu bijak menyikapinya, anak akan merasa nyaman. Sebaliknya, ketidakpekaan Anda dalam menyikapi sensitivitas tersebut dapat memicu stres pada anak. Rasa nyaman tersebut memudahkan anak untuk menerima diri mereka apa adanya. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments