foto0105

Bang … Bing … Bung … Yuk, Kita Nabung

Menyisihkan uang di celengan memang cara paling sederhana untuk menabung. Tidak akan berbunga, apalagi menghasilkan untung berlipat. Tetapi menabung dengan cara ini merupakan investasi perilaku, agar kelak bila sudah besar, anak akan lebih bijak mengelola uang.

Namun kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak menabung? Berapa jumlah nominal yang ditabung? Bagaimana caranya agar anak mau menyisihkan uang saku untuk menabung?

Waktu dan jumlah yang tepat

Mengajarkan anak menabung bisa dimulai ketika anak sudah mengenal uang dan hitung-hitungan sederhana. Momentum yang tepat lainnya adalah ketika anak mulai memasuki bangku sekolah dan mempunyai uang saku sendiri. Mempunyai uang saku sendiri artinya anak sudah bisa memiliki tanggung jawab atas pengelolaan keuangannya sendiri.

Besaran uang tabungan untuk anak pun bisa bervariasi. Persentasenya bisa sekitar 10-30% dari jumlah uang saku. Sebagai orangtua, Anda perlu memberi contoh pada anak. Jika Anda membiasakan diri menabung, anak pun akan mengikuti kebiasaan ini. Anak juga perlu mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menabung. Anda bisa menjelaskan pada anak manfaat menabung dengan contoh-contoh nyata dan sederhana, misalnya uang yang ia tabung dibelikan mainan idamannya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendidik anak gemar menabung. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

  • Membelikan anak celengan yang menarik, baik bentuk dan warnanya. Tujuannya adalah agar anak senang untuk mengisi celengan itu dengan tabungan dari uang saku mereka.
  • Mewajibkan anak untuk memasukkan sebagian uang sakunya ke dalam celengan. Misalnya, apabila mendapat uang saku Rp 10.000, anak harus memasukkan seribu ke dalam celengan. Kebiasaan itu bisa melatih anak untuk biasa menabung 10% dari uang saku yang didapatkan.
  • Membuatkan buku catatan tabungan atau sekalian melatih anak menabung di bank. Jadi anak bisa belajar untuk menghitung saldo uang mereka. Ajarkan mereka tentang betapa senangnya memiliki simpanan uang yang terus bertambah jumlahnya.
  • Tidak mengizinkan anak membawa uang dalam jumlah banyak. Ajarkan mereka untuk menabungkan semua uang saku yang mereka dapatkan di luar uang saku rutin. Misalnya ketika mendapatkan angpau dari sanak saudara dalam acara kumpul keluarga besar.

Sebaiknya jangan langsung menuruti semua keinginan anak untuk membeli suatu barang. Ajarkan kepada mereka untuk belajar menyisihkan sebagian uang saku. Latih mereka untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, sampai terkumpul cukup untuk membeli barang yang mereka inginkan. [KUL]

Comments

comments