foto2504

Kompak Lagi dengan Tim Lain

Konflik dengan divisi atau tim lain dalam satu perusahaan kadang tidak bisa dihindari. Keadaan ini bisa membuat kelancaran kerja jadi  terganggu. Bila ini terjadi, Anda perlu hati-hati dan berstrategi dalam menyelesaikan perseteruan.

Yani (24), karyawan perusahaan swasta di Jakarta menuturkan, divisinya sempat berkonflik dengan bagian SDM/HRD gara-gara perekrutan karyawan yang seringkali kurang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Konflik tersebut berlangsung selama beberapa waktu sampai akhirnya pucuk pimpinan turun langsung untuk menengahi dan membantu menyelesaikan konflik.

Tentunya hal ini sebaiknya dihindari. Semakin besar ukuan konflik dan semakin banyak orang yang terlibat, proses penyelesaiannya akan semakin lama. Energi dan waktu akan terkuras hanya untuk menyelesaikan konflik dan bisa-bisa pekerjaan utama terabaikan. Tentu hal ini akan menjadi duri dalam perusahaan. Performa perusahaan pun bisa memburuk, bukan karena ancaman pesaing atau perkembangan perusahaan, melainkan akibat konflik dalam tubuh sendiri.

Banyak faktor yang bisa memicu konflik antardivisi. Sebut saja, persaingan dalam mencapai target, beban kerja yang tidak berimbang, perlakuan perusahaan yang kurang adil untuk tiap divisi, atau karena hal sepele seperti konflik perorangan yang berkembang luas akibat peredaran gosip dalam kantor.

Bijak bersikap

Sebelum membuat konflik menjadi ketegangan antardivisi, sebaiknya lakukan antisipasi. Caranya sebenarnya tak sulit. Salah satunya adalah tidak menerima kabar burung mentah-mentah. Jika Anda menerima informasi negatif tentang suatu divisi atau sejumlah orang, cukup dengarkan saja, tidak perlu terlalu dipercayai. Alih-alih langsung mendengar dan meyakini informasi yang baru diterima, lebih baik lakukan konfirmasi langsung ke pihak-pihak yang bersangkutan. Tentu dengan cara-cara yang bijak dan tepat.

Selanjutnya, bersikap profesional. Seburuk apapun kondisi perusahaan di tempat Anda bekerja, sikap profesional adalah harga mati. Kesampingkan ego dan “matikan” perasaan jika ada sesuatu yang mengganggu Anda. Lebih baik fokuslah bekerja dan titik beratkan perhatian pada penanganan tugas yang sebaik-baiknya.

Konflik antardivisi atau antartim tak mudah diselesaikan. Perlu pemegang otoritas yang lebih berwenang dalam mengambil keputusan terbaik. Namun, trik dasar untuk menghadapi konflik, yaitu bersikap lebih rendah hati dan meminta maaf lebih dulu tetap perlu. Dalam sebuah konflik, tidak ada pihak yang paling benar dan salah. Jadi, yang ada, tiap pihak mempunyai sisi kebenaran dan sisi kesalahannya tersendiri.

Janganlah menunjuk atau menuding pihak lain untuk meminta maaf lebih dulu. Sebaiknya, tunjukkan bahwa Anda dan pihak Anda berjiwa besar dan lebih dewasa dengan mengakui kesalahan lebih dulu dibandingkan yang lain. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments