foto2404

Geliat Bisnis di Bintaro

Sebagai tempat tinggal, Bintaro memang relatif nyaman. Masih ada beberapa ruang terbuka, udara pun cukup sejuk. Denyut perekonomian juga cukup deras berputar di sini.

Salah satu alasan mengapa Bintaro cukup seksi sebagai tempat bisnis, adalah karena lokasi Bintaro cukup strategis. Dari Jakarta, kawasan Bintaro bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dengan kendaraan pribadi, tergantung kondisi kemacetan jalan. Akses jalannya pun mudah. Dari BSD ataupun Jakarta, Bintaro bisa dijangkau dengan kereta commuter line dalam waktu kurang dari satu jam. Bintaro tidak sejauh BSD dari segi jarak dari pusat Jakarta. Bahkan, sebagian wilayah Bintaro termasuk Jakarta Selatan.

Dari segi lingkungan, Bintaro menyediakan lokasi yang nyaman dan hijau untuk hunian atau berbisnis. Konsep lingkungan yang hijau ini akan memberikan pemandangan yang apik jika Anda membangun bisnis kuliner.

Melihat potensi pasar, Bintaro mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan dalam satu dekade belakangan ini. Hal ini seiring dengan perkembangan dan perluasan area properti di Bintaro. Belum lagi ditambah dengan pendatang dari berbagai daerah Indonesia di area Bintaro.

Menurut data dari BPS tahun 2010, jumlah penduduk Jakarta sebenarnya hanya sekitar 10 juta jiwa. Namun, pada siang hari, Jakarta dipenuhi sekitar 20 juta orang. Sekitar 10 juta orang lainnya berasal dari kota satelit seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Tangerang  Selatan. Jadi, rata-rata kota satelit ini turut “mendatangkan” sekitar 2 juta orang ke Jakarta. Sementara itu, jumlah penumpang commuter line setiap hari diperkirakan sekitar 700.000 orang. Sebagian lagi menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja di sekitar area Jakarta. Ini menyiratkan tingginya potensi konsumen jika Anda ingin berbisnis di kawasan kota satelit seperti Bintaro.

Masih banyak peluang

Dengan penghuni yang cukup banyak, iklim bisnis di Bintaro bisa dikatakan masih bisa sangat berkembang. Terbukti, warga Bintaro dan sekitarnya masih ada yang menghabiskan waktu di luar kawasan Bintaro. Contohnya, Alam Sutera dan BSD atau Gading Serpong, atau bahkan Jakarta. Entah untuk mencicipi kuliner, atau mencari kebutuhan lain.

Tentu ini menjadi pertanyaan, mengapa hunting kuliner harus di luar Bintaro? Sebenarnya ada beberapa kemungkinan. Pertama, karena jenuh dengan kuliner Bintaro. Kedua, varian kuliner di sini tidak terlalu banyak. Ini hanya dari segi kuliner. Dari sisi bisnis fashion, otomotif, furnitur, dan sektor lain di Bintaro, juga masih bisa berkembang .

Nah, kondisi ini bisa jadi peluang bagi Anda untuk merancang bisnis di sekitar Bintaro. Apalagi Bintaro memiliki pangsa pasar yang begitu besar dan lokasi yang cukup strategis. Jika Anda tertarik untuk membuka bisnis di Bintaro, jangan lupa untuk melakukan riset pasar. Jangan lupa, susunlah rencana bisnis yang lengkap dengan strategi dalam bentuk business plan yang terukur dan spésifik. Terakhir, manfaatkan peluang bisnis sesuai dengan perencanaan, tetapi bisa fleksibel dengan perkembangan dan  perubahan tren, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments