foto2(1)

Jadi Wisatawan yang Dikangenin

Agar tak dicap sebagai tamu yang tak sopan, atau malah diusir, kenali aturan dan larangan ketika sedang berwisata ke suatu daerah, terutama ke luar negeri. Dengan jadi wisatawan yang baik, Anda akan selalu disambut gembira ketika datang kembali.

Bahkan siapa tahu, karena bersikap sangat baik, Anda akan dirindukan oleh tuan rumah dan diundang kembali. Termasuk ketika Anda berkunjung ke negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Sebaiknya ketahui beberapa aturan dan larangan di negara tersebut agar Anda aman dan nyaman ketika berada di sana. Kedua negara tersebut terkenal dengan peraturannya yang ketat. Inilah beberapa larangan yang benar-benar harus Anda taati.

Dilarang membuang sampah sembarangan. Inilah larangan paling umum yang tercantum di tiap tempat wisata, biasa ditulis “do not litter“. Di Indonesia, larangan ini juga ada. Sayangnya, peraturan ini lebih banyak dilanggar daripada diterapkan. Berbeda dengan sejumlah tempat wisata di Singapura atau Kuala Lumpur. Tindakan hukum yang tegas dengan denda tinggi membuat warga dan wisatawan enggan mengotori obyek wisata di Singapura. Bila ada wisatawan yang kedapatan membuang sampah sembarangan, siap-siap saja disidang. Hukum di Singapura memang tak kenal ampun.

Pemberlakuan hukum di Malaysia pun tak kalah ketat. Negara ini dikenal menerapkan hukum Islam untuk berbagai pelanggaran dan tindak kejahatan. Ketegasan penegakan hukum di Malaysia membuat warganya berpikir dua kali jika ingin melakukan pelanggaran.

Dilarang merokok. Atau “No smoking“. Di Singapura, larangan merokok cukup banyak ditemukan di berbagai tempat umum. Selain tempat wisata, larangan merokok juga diterapkan di area perkantoran, taman kota, dan stasiun MRT. Hasilnya, hampir setiap tempat wisata di Singapura bersih dari asap rokok. Sampah puntung-puntung rokok pun hampir tidak bisa ditemukan. Jangan coba-coba menghisap rokok di tempat-tempat dilarang merokok tersebut, karena dendanya cukup besar, yaitu SGD 1.000 atau Rp 9,5 juta.

Dilarang merusak situs. Larangan merusak situs tempat wisata juga sudah umum. Begitu juga larangan mengambil barang tertentu yang merupakan bagian dari tempat wisata. Misalnya, penanda keterangan lokasi atau tag informasi.

Dilarang membawa durian. Di MRT Kuala Lumpur, mungkin Anda juga pernah melihat atau membaca tanda larangan membawa buah durian. MRT Malaysia biasanya membawa penumpang dari berbagai negara dan tidak semua orang menyukai durian dan aromanya yang menyengat. Oleh karena itulah, buah ini dianggap mengganggu jika dibawa ke tempat umum.

Dilarang membawa hewan peliharaan. Di Malaysia atau Singapura, peraturan ini cukup ketat diterapkan. Jika destinasi wisata membolehkan wisatawan membawa hewan peliharaan, pemilik hewan peliharaan harus bertanggung jawab jika peliharaannya membuang kotoran. Semua kotoran hewan peliharaan harus dibersihkan oleh si pemilik.

Larangan lain. Ada beberapa larangan yang ada di sejumlah lokasi di Singapura dan Malaysia, yang perlu pula Anda patuhi. Contohnya, dilarang menaiki sepeda atau mengendarai mobil di sekitar tempat wisata, kecuali petugas tempat wisata.

Sanksi terhadap pelanggaran larangan tersebut umumnya cukup tegas. Meski begitu sebaiknya Anda patuh bukan karena hanya takut terhadap sanksinya, namun lebih untuk menjaga nama baik Anda dan negara Anda. Mematuhi peraturan berarti menandakan Anda orang yang berbudaya. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments