foto3

Menengok Kura-kura dan Penyu di Taman Tiongkok

Meski bukan destinasi wisata favorit di Singapura, Chinese Garden atau Taman Tiongkok memiliki wisata edukatif. Di sana, Anda sekeluarga bisa berinteraksi dengan berbagai jenis penyu dan kura-kura yang menggemaskan.

The Live Turtle and Tortoise Museum. Itulah nama tempatnya. Sesuai namanya, museum ini memiliki koleksi kura-kura dan penyu hidup. Jumlahnya pun sangat banyak. Total, terdapat sekitar lebih dari 200 ekor penyu dan kura-kura dari berbagai spesies.

Lokasi The Live Turtke and Tortoise Museum ini memang agak tersembunyi. Di Chinese Garden, Anda hanya akan menemukan satu bangunan dengan semacam kasir di bagian depannya. Ternyata ini bagian pembelian tiket. Harga tiket masuknya 5 dollar Singapura.

Bisa memberi makan

Untuk memasuki area museum, Anda perlu melewati satu jalan setapak pendek yang berujung di dinding. Di dekat dinding tersebut terdapat pintu yang mengantarkan pengunjung pada museum atau area koleksi penyu dan kura-kura.

Masuk ke bagian dalam, terdapat kolam-kolam kering yang ternyata berisi penyu. Ukuran penyu cukup besar, kira-kira sebesar bantal orang dewasa. Meskipun berukuran cukup besar, kura-kura dan penyu di museum ini sebagian cukup jinak. Seekor penyu bisa berusia ratusan tahun, itulah sebabnya, penyu dalam budaya Tiongkok, kerap dijadikan lambang keabadian.

Angkat kepala, tanda meminta makan.

Begitu masuk ke area museum, kura-kura dan penyu berbagai ukuran akan mendekati pengunjung. Tidak perlu takut, satwa ini biasanya hanya mau meminta makan. Ya, Anda bisa membeli sayuran di bagian pembelian tiket. Dengan seikat sayuran ini, Anda bisa memberi makan kura-kura dan penyu secara langsung. Jadi, tenang saja karena satwa yang dilepas ini tidak akan menggigit.

Beranjak lebih dalam, terdapat sebuah kolam dengan patung kura-kura besar di salah satu sisinya. Sebuah jembatan kayu melintang di tengahnya. Air kolam ini berwarna kehijauan. Jangan salah, kolam ini bukan kolam biasa begitu Anda melintasi jembatan di bagian tengahnya, puluhan kura-kura kecil akan menjengukkan kepalanya dari dalam air yang kehijauan. Mereka akan berkumpul di sisi kiri-kanan jembatan kayu.

Sekali lagi, kura-kura dan penyu ini tidak menggigit. Mereka hanya meminta makanan dari pengunjung. Anda pun bisa mengajak anak-anak untuk memberi makan kura-kura dengan sayuran segar. Tentunya ini akan menjadi pengalaman seru yang unik untuk anak. Kapan lagi bisa memberi makan kura-kura secara langsung?

Bisa menggigit

Penyu yang menggigit.

Di bagian lain museum ini terdapat etalase kaca yang berderet-deret. Ternyata ini adalah akuarium khusus untuk kura-kura dan penyu jenis tertentu. Di antaranya, jenis matamata, asian soft shelled turtle, crowned river turtle, snapping turtle, red-footed tortoise, dan pig-nose turtle. Namun, hati-hati. Beberapa kura-kura di sini diberi label berbahaya karena menggigit. Meskipun demikian, karena diletakkan dalam akuarium, Anda akan cukup aman dan nyaman ketika melihat-lihat koleksi kura-kura dan penyu.

Masih dalam area The Live Turtle and Tortoise Museum, terdapat museum benda-benda pajangan dan kerajinan tangan yang bertemakan kura-kura. Koleksi patung dan miniatur kura-kura ini berasal dari berbagai negara (termasuk Indonesia), beragam ukuran, dan beraneka bahan pembuatan. Anda bisa menemukan miniatur atau patung kura-kura dari kayu, perunggu, batu permata, buah pinus, kerang, dan beragam material lainnya. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments