foto1104

Cara Cantik Berdamai dengan Bos

Berkonflik dengan atasan adalah hal yang wajar, karena setiap orang memiliki pola pikir, persepsi, dan pendapat masing-masing. Namun bila konflik tak diselesaikan dengan bijak, yang rugi adalah Anda sendiri.

Konflik dengan atasan atau bos dalam kantor kerap membawa suasana kerja jadi tak nyaman. Pikiran menjadi tak enak, hubungan kerja pun jadi terganggu. Saat ketenangan kerja terganggu, produktivitas pun tak lagi maksimal. Rembetan keruhnya hubungan karyawan dengan atasan ini rentan memengaruhi banyak aspek.

Bersikap gegabah, cuek, dendam, dan semaunya sendiri sudah pasti tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi jika kita masih harus bertemu dengan atasan setiap hari, tentunya tidak nyaman jika konflik masih berlangsung dan berlarut-larut. Agar suasana kerja makin nyaman, tak ada cara lain kecuali menghadapi lalu menyelesaikan konflik sesegera mungkin

Ada beberapa prinsip yang perlu diingat ketika ingin merampungkan konflik dengan atasan. Menyingkirkan ego adalah salah satunya. Janganlah menunggu atasan mengabaikan egonya terlebih dulu. Lebih baik mulailah dari diri sendiri lebih dulu. Setelahnya, Anda akan lebih siap dalam mengambil langkah-langkah lanjutan.

Cari akar masalah

Mengulang-ulang tentang masalah yang menjadi sumber konflik ditambah saling menyalahkan justru bisa memicu debat kusir dan membuat masalah berkepanjangan. Sebaiknya segeralah memutar otak dan mencari akar permasalahan persoalannya. Jika masih bingung, cobalah gali informasi lebih dalam dan cari tahu pemicu masalahnya. Begitu akar masalah ditemukan, petakan dan susun rencana untuk mengatasinya.

Profesional

Meskipun konflik dengan atasan masih belum berakhir, usahakan tetap berpikir profesional. Kesampingkan rasa galau, marah, geram, dan tetaplah mengerjakan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya. Janganlah terlalu membawa ke dalam hati kata-kata atasan yang terlalu tajam. Walau susah, Anda perlu menjaga agar kepala tetap dingin dan suasana dalam hati yang selalu tenang. Cara ini akan membuat Anda lebih mampu bersikap profesional.

Kontrol diri

Penguasaan diri adalah prinsip penting yang harus dijalankan. Jika Anda tidak mampu menguasai diri sendiri, mudah meledak-ledak, dan tidak sanggup bertahan dalam kesabaran, penyelesaian konflik dengan atasan pun akan lebih susah. Anda pun perlu mengendalikan diri sendiri, mengelola emosi, serta berkomunikasi efektif dan obyektif agar mampu membicarakan masalah secara personal dengan atasan tanpa melibatkan urusan emosi.

Fokus pada solusi

Jika Anda telah mampu melibatkan atasan dalam pembicaraan dalam memetakan masalah, cobalah mencari solusi bersama. Konflik bisa saja mereda. Namun, jika tidak ada jalan keluar dari akar permasalahan, konflik bisa saja meluap kembali. Jadi, cobalah berdiskusi atau berkompromi tentang permasalahan agar bisa mencari solusi terbaik untuk kedua belah pihak. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments