foto0404

Kiat Menembus Pasar Ritel

Setiap produk memiliki kesempatan sama untuk dapat terpajang di deretan rak supermarket. Termasuk produk Anda.  Tinggal Anda cari tahu bagaimana cara menembusnya.

Sulitkah? Tidak juga. Apalagi bila Anda telah memiliki pelanggan loyal, dan kualitas produk terjamin. Belum lagi melihat pasar ritel di Indonesia, tergolong beragam. Di sekitar kawasan Bintaro saja, ada beberapa peritel besar maupun menengah, seperti Giant, Transmart yang sebelumnya bernama Carrefour, Lotte, Hari Hari, Harmoni, hingga Alfa Mart, dan Indomaret.

Secara umum pertumbuhan pasar ritel di Indonesia cukup signifikan dari tahun ke tahun. Menurut data dari Marketing.co.id, dalam kurun waktu 2007-2012, jumlah gerai ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 17,57% per tahun. Sementara itu, menurut data Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan bisnis ritel Indonesia mencapai 10-15% per tahun.

Artinya, peluang memasuki pasar ritel Indonesia masih sangat besar. Belum lagi, hal ini didukung dengan jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar dan tingkat konsumsi domestik yang tinggi. Persoalannya hanyalah tinggal mencari cara agar produk UMKM berdaya saing tinggi dan patut memasuki pasar ritel.

Masuk ritel

Ketua Aprindo sekaligus VP Corporate Communication Hypermart-PT Matahari Putra Prima Roy N Mandey menuturkan, sebenarnya pasar ritel Indonesia terbuka dengan produk dari UMKM. Setiap produk yang dihasilkan oleh UMKM sangat bisa memasuki pasar ritel modern, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“Untuk UMKM, persyaratan minimal adalah memenuhi ketentuan P-IRT, untuk kategori makanan,” kata Roy dalam Women Business Forum 2017 yang digelar baru-baru ini. Persyaratan lain seperti kualitas produk yang konsisten, jumlah pasokan yang stabil, dan peminat pembeli yang tinggi biasanya juga menjadi pertimbangan perusahaan dalam menerima produk dari UMKM.

“Namun, persoalannya tidak hanya sekadar diterima ritel, tetapi paling penting adalah, apakah produk itu diterima pembeli dan laku?” kata Roy lagi.

Perhatikan kemasan

Roy mengungkapkan, jika produk UMKM ingin diterima dan dibeli masyarakat, sebaiknya produk yang dijual mempunyai kemasan yang modern. Kemasan modern, misalnya, untuk produk makanan, tidak hanya sekadar dibungkus plastik bening. Namun, ada nama merek dan desain dalam kemasan yang mampu menarik perhatian pembeli.

Ada tiga hal penting dalam hal pengemasan modern ini yang tidak boleh dilupakan. Selain untuk menarik perhatian, kemasan yang apik juga digunakan untuk memenangkan persaingan. Selain itu, bahan makanan dan kandungan dalam makanan perlu dicantumkan. Hal ini ditujukan agar konsumen mengetahui bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan tidak membahayakan kesehatan.

Produk yang akan masuk pasar ritel pun sebaiknya memiliki nama merek yang pasti dan belum pernah digunakan orang lain. Nama merek inilah yang akan menjadi identitas produk dari UMKM.

Konsumen atau pelanggan umumnya sensitif terhadap harga. Oleh karena itu, sebaiknya berikan harga yang rasional, sesuai dengan kualitas dan jenis produk. Jika harga dianggap terlalu mahal, konsumen bisa cenderung memilih produk pengganti. Namun, jika harga terlalu rendah, konsumen pun bisa menjadi tidak percaya pada produk yang ditawarkan. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments