ilustrasi3003

Pagar, si Pemberi Kesan Pertama

Sebagai garda terdepan rumah, selain kokoh dan kuat, pagar harus sedap dipandang karena akan menentukan kesan pertama rumah Anda. Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk mencari pagar yang sesuai, yang cantik sekaligus melindungi.

“Rumah saya yang pagarnya warna hijau.” Ya, pagar kerap dijadikan patokan dalam menunjukkan rumah seseorang. Dari deretan rumah-rumah, pagar bisa menjadi pembeda sebuah rumah. Pagar yang cantik tentu akan memberi nilai tambah bagi penampilan rumah Anda.

Memang, sih, fungsi utama pagar sebenarnya adalah sebagai perlindungan pertama rumah Anda. Terutama bila rumah berada di tepi jalan utama, jalan yang cukup ramai, atau mudah diakses dari berbagai arah. Namun membangun pagar serupa benteng tanpa aksen juga tak apik.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan ketika akan mendesain dan memilih pagar yang sesuai.

Ukuran

Sebelum memilih dan menentukan pagar, Anda perlu memastikan area yang perlu dipagari. Sebagian area depan rumah mungkin telah tersusun atas tembok batu bata sebagai pengganti pagar dan hanya perlu pintu pagar berbeda untuk area carport. Ukuran lebar dan tinggi pagar pun perlu dipastikan lebih dulu.

Biasanya, ukuran pagar disesuaikan dengan lebar rumah bagian depan. Soal tinggi, ada baiknya pagar rumah dibuat tinggi jika lokasinya berada di kawasan yang ramai atau terlalu mudah diakses demi menjaga privasi penghuni. Untuk amannya, pagar bisa setinggi 1,5-2 meter. Jika rumah Anda berlantai dua, pagar yang tinggi pun tidak masalah.

Material

Agar kuat, material pagar bisa terbuat dari logam atau kayu. Jika pagar ingin dibuat permanen, material dari batu bata bersemen bisa menjadi pilihan. Sebagian orang mungkin akan menyukai pagar dari kayu karena berkesan eksotika, alami, dan relatif ramah lingkungan. Masalahnya, kayu tidak tangguh ketika berhadapan dengan perubahan suhu, paparan terik matahari, dan curahan hujan. Selain rawan serangan rayap, pagar kayu lebih mudah keropos, hancur, dan berubah warna. Sebenarnya, hal ini bisa diatasi dengan menyemprotkan zat antirayap pada pagar. Agar lebih tahan pada perubahan cuaca, area pagar kayu bisa dipilih di lokasi yang terlindung, misalnya di bawah atap carport.

Sementara itu, pagar logam atau besi memiliki keunggulan dari segi kekuatan dan fleksibilitas dalam hal desain. Akan tetapi, pagar dari logam pun bisa berkarat. Selain itu, jika pagar logam mengalami kerusakan, bekas kerusakan pagar logam lebih membahayakan karena bisa menggores kulit. Karena itu, Anda perlu segera memperbaiki atau mengganti bagian pagar logam yang rusak.

Pagar permanen dari batu bata juga tak sepi peminat karena dianggap kokoh dan tahan dalam menghadapi cuaca. Namun, desainnya cenderung terbatas. Karena sifatnya yang permanen, pagar batu bata juga tak mudah diubah dan membutuhkan biaya besar, baik saat pembangunan ataupun energi yang lebih banyak saat perobohan.

Desain

Pagar pun perlu bersolek. Soal desain, bentuk pagar bisa mengikuti gaya yang diusung dalam hunian utama. Jika rumah Anda termasuk bergaya modern-minimalis, Anda bisa memilih pagar yang juga bermodel modern-minimalis. Misalnya, pagar logam berat hitam, dan tersusun atas bilah-bilah vertikal. Jika rumah Anda bergaya etnik klasik, pagar yang terbuat dari kayu bisa menjadi pilihan yang cocok. Bila rumah bergaya Mediterania atau bernuansa alam, pagar pun bisa terbuat dari tanaman perdu, tumbuhan semak berbunga, bambu pendek, atau jenis tanaman lainnya. Jika masih kurang yakin tentang desain pagar yang dipilih, Anda pun bisa berkonsultasi pada pakar hunian dan desain sebelum menentukan jenis pagar. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments