travel-778338_1280

Fisik Prima di Tempat Imigrasi

Mengantre di imigrasi ketika berwisata melintasi negara lain bisa mendatangkan kenangan tersendiri. Bisa senang, kesal, atau bahkan tak sabar. Namun itu semua bisa jadi pelajaran yang berharga.

Salah satu perbatasan yang mendatangkan kenangan adalah perbatasan Singapura dan Malaysia. Ketika mengunjungi Singapura, mungkin sebagian dari Anda berpikir, mengapa tidak sekaligus pergi ke Malaysia? Toh, dari Singapura, hanya tinggal menyeberang agar bisa tiba di Malaysia. Nyatanya, perjalanan Anda bisa jadi tak sesederhana yang dibayangkan.

Jika Anda berangkat dari Singapura, lokasi imigrasi yang dituju berada di Woodland. Sementara itu, jika Anda berangkat dari Malaysia, kantor imigrasi berada di Johor Bahru. Keduanya berada di sisi Selat Singapura.

Kedua kantor imigrasi ini dikenal cukup ramai. Ratusan ribu orang melintasi kedua pos imigrasi di kedua negara, baik dari Singapura ke Malaysia atau sebaliknya. Tidak hanya warga kedua negara, orang-orang yang melintasi zona perbatasan ini juga berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan turis dari berbagai benua.

Berbagai kepentingan

Profil orang yang melintasi kedua pos imigrasi ini juga unik. Mayoritas adalah warga Malaysia yang bekerja di Singapura atau warga Singapura yang melakukan perjalanan bisnis ke Malaysia. Namun, jumlah pelajar berkewarganegaraan Malaysia yang belajar di Singapura juga cukup banyak. Belum lagi ditambah jumlah turis yang pelesir di kedua negara.

Permana (28), salah satu penduduk Kuala Lumpur, mengatakan, banyak warga Malaysia yang sengaja tinggal di Johor agar berdekatan dengan Singapura, lokasi kerja mereka. Para warga Malaysia ini enggan tinggal atau menjadi warganegara Singapura karena alasan biaya hidup dan akomodasi.

Bisa ditebak, hal ini membuat antrean pemeriksaan paspor di kantor imigrasi kedua negara sangat panjang. Dalam kondisi normal, antrean di kedua kantor imigrasi bisa memakan waktu masing-masing sekitar satu jam atau lebih cepat. Namun, dalam kondisi yang sangat ramai seperti akhir pekan atau musim liburan, antrean pemeriksaan paspor di bagian keimigrasian bisa memakan waktu lebih dari dua jam.

Perlu kuat dan sabar

Dalam kondisi berdiri dan mengantre, kondisi kaki pastilah sangat pegal. Anda perlu bersabar selama mengikuti antrean ini, apalagi jika membawa anak kecil. Setiap kantor imigrasi dilengkapi dengan penyejuk udara atau AC. Namun, dalam kondisi kantor imigrasi yang sangat ramai, penyejuk udara pun tidak terasa. Sebaiknya, cukupkanlah asupan minum sebelum dan sesudah melewati kantor imigrasi untuk mencegah dehidrasi.

Kantor Imigrasi Malaysia dan Kantor Imigrasi Singapura sebenarnya hanya dipisahkan oleh jembatan penyeberangan yang melintasi selat. Panjangnya sekitar satu kilometer. Jika Anda membeli tiket bus khusus untuk lintas kedua negara, jarak ini bukan masalah. Namun, jika Anda naik kendaraan umum berganti-ganti dari Malaysia ke Singapura atau sebaliknya, Anda perlu melintasi jembatan penyeberangan ini dengan berjalan kaki.

Jembatan penyeberangan ini sebenarnya tidak terlalu panjang. Namun, bagi orang Indonesia yang tidak biasa berjalan kaki, menyeberangi jembatan ini pastilah terasa melelahkan. Apalagi jika Anda melintasinya pada tengah hari, ditambah terik sinar matahari, menyeberangi jembatan ini memerlukan perjuangan. Sebaiknya siapkan fisik yang kuat dan air minum yang cukup.

Agar lolos keimigrasian di kedua negara dengan mudah, sebaiknya hindari membawa benda-benda tajam dan barang-barang yang dilarang lainnya. Akan tetapi, bila Anda terkena random security checking, usahakanlah tetap tenang menghadapinya. Pemeriksaan keamanan secara acak ini adalah prosedur umum yang biasa diadakan di kantor imigrasi di berbagai negara. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments