foto1

Konsekuensi Gabung di Komunitas Sepeda

Bergaul dengan banyak orang yang sehobi memang seru. Seperti ketika ACE dan Bike Colony menyelenggarakan acara Kumpul Bareng Dahon di Living Plaza Bintaro, Minggu (19/3). Tapi keseruan tersebut mendatangkan konsekuensi. Penasaran?

Bangun pagi saat libur untuk ikut acara komunitas. Itulah salah satu konsekuensi bergabung dengan komunitas sepeda. Di acara Kumpul Bareng Dahon tersebut misalnya, peserta yang terdiri dari komunitas sepeda lipat ID-Folding Bike dan komunitas Bike Colony, sudah ramai melakukan registrasi sejak pukul 5.30 pagi.

Pukul 6.30 gowes bareng Dahon dimulai.

Menurut Bambang Riyanto, ketua komunitas Bike Colony Jabodetabek, kadang mereka harus bangun pukul 4.30 dini hari ketika sedang ada acara bersama. “Kami saling membangunkan. Sudah seperti istri sendiri,” kisahnya. Selain itu, masih ada lagi beberapa konsekuensi lainnya. Berikut ini beberapa di antaranya.

Pengetahuan soal sepeda selalu terasa kurang. Tahukah Anda, setiap jenis sepeda punya fungsinya masing-masing, sehingga sepeda pilihan Anda harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Dahon, produsen sepeda lipat misalnya, memiliki tiga kategori yaitu urban (perkotaan), recreational (rekreasi), dan road (tur). Masing-masing terbuat dari bahan yang berbeda. Contohnya, sepeda lipat urban yang dirancang untuk penggunaan di area kota dengan jarak tempuh tidak terlalu jauh, dibuat dari bahan Hi tensile Steel dan aluminum sehingga lebih ringan dan tidak mudah patah.

Berbeda dengan kategori recreational yang didesain untuk peseda yang senang melakukan aktivitas di akhir pekan. Sepeda jenis ini dibuat dari bahan yang lebih ringan dan lebih kuat dibanding dengan kategori urban. Begitu pula dengan sepeda lipat kategori road yang memang didesain untuk balap sepeda.

Berbagai kategori sepeda lipat Dahon.

Semua informasi tersebut bisa Anda dapat ketika bergabung dengan komunitas sepeda. Tidak heran, bila rasanya pengetahuan Anda soal sepeda tak akan pernah cukup.

Lebih sibuk. Bukan hanya sibuk untuk gowes bareng, tapi juga sibuk karena Anda bisa punya bisnis atau mendapat proyek baru. Menurut Bambang, acara kumpul bersama dengan banyak kalangan bisa membuat networking bertambah. Dari percakapan ringan bisa beralih ke bisnis sambil gowes. “Biasanya kita gowes bareng dulu, lalu lihat proyek,” ujar Bambang.

“Diganggu” teman. “Pertemanan di komunitas kami dahsyat. Kuat sekali. Kalau ada salah satu anggota yang jarang bersepeda lagi, meskipun tidak terlalu dekat akan coba kita kontak, ada masalah apa. Kalau masalahnya tidak ada sepeda lagi, bisa dipinjamkan oleh Bike Colony,” terang Bambang yang hari itu mengaku tidak membawa sepeda.

Pentolan berbagai komunitas sepeda.

Berat badan turun. Sepeda adalah olahraga low impact. Tidak seperti lari, bersepeda aman bagi lutut karena tidak membebani lutut. Jadi jangan heran bila berat badan Anda bisa turun ketika rajin bersepeda.

“Dulu berat saya 97 kg, gara-gara bersepeda jadi turun. Sekarang berat saya 82 kg. Saya tidak boleh olahraga yang loncat-loncat karena lututnya bisa cedera, jadi saya pilih bersepeda yang (relatif) aman,” kata Bambang.

Seperti pada acara hari Minggu itu, perjalanan sejauh 11,2 kilometer di sepanjang Boulevard Bintaro sama sekali tidak terasa melelahkan karena dilakukan bersama-sama. Saling menjaga, kadang saling bercerita santai selama perjalanan. Padahal bersepeda selama satu jam saja bisa membakar 850 hingga 1.000 kalori!

Makin mesra dengan pasangan. Biasanya bila salah satu orang bergabung dengan komunitas sepeda, pasangannya cenderung tergoda untuk ikut bergabung. Bersama menaklukkan jalanan bisa membuat Anda berdua lebih dekat.

“Istri saya selalu ikut acara bersepeda kami, meski ia biasanya berada di posisi paling belakang. Saya pun akan menemani istri saya di belakang,” ujar Bambang.

Itulah beberapa konsekuensi ketika bergabung dengan komunitas sepeda. Mau menerima konsekuensinya atau tidak terserah Anda. Yang penting gowes harus jalan terus. Setuju? [YBI]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Yudhanti Budi

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments