foto2003

Pilih Investasi Reksadana atau Saham?

Dua-duanya bisa untung, bisa juga rugi. Pilih yang paling sesuai dengan keperluan dan tujuan Anda.

Namun apapun pilihan Anda, dalam memilih produk investasi, kita perlu cermat. Tak hanya cermat memilih produk investasi yang diinginkan, tetapi juga cermat dalam membaca situasi sehingga tepat ketika memutuskan membeli atau menjual produk investasi. Kejelian ini sangat penting ketika Anda berinvestasi pada reksadana dan saham.

Meskipun mirip, sebenarnya reksadana dan saham berbeda. Reksadana adalah pilihan investasi yang pas untuk periode jangka panjang. Misalnya, reksadana dicairkan setelah investasi selama 3-5 tahun. Jika ingin dicairkan dalam waktu setahun pun sebenarnya bisa saja. Namun, nilai keuntungannya akan berbeda. Semakin lama investasi reksadana, biasanya keuntungan yang didapat semakin besar.

Saham pun demikian. Anda bisa berinvestasi saham untuk jangka panjang. Bedanya, saham bisa lebih fleksibel. Tanpa harus menunggu setahun, Anda bisa melakukan jual-beli saham dengan lebih bebas. Jika momentum tepat dan Anda melihat peluang, transaksi jual beli saham bisa dilakukan tiap hari.

Reksadana

Soal nilai investasinya, reksadana tergolong murah, mudah, dan ringan. Bayangkan saja, dengan uang Rp 500.000, Anda bisa memiliki rekening untuk reksadana. Setoran untuk reksadana selanjutnya pun bisa mulai dari Rp 200.000. Jika ingin rutin, Anda bisa membiasakan setoran misalnya Rp 300.000 per bulan untuk meningkatkan nilai investasi reksadana.

Dengan dikelola oleh manajer investasi (bisa disingkat MI) atau fund manager, Anda tidak perlu repot-repot memilih jenis alokasi untuk investasi. MI telah melakukannya untuk Anda. Risikonya pun kecil, cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi aman. Namun, kelemahannya, investasi reksadana mungkin saja memberikan profit yang jauh lebih sedikit dibandingkan saham. Hal ini juga tergantung dari kepiawaian manajer investasi dalam mengelola dana. Anda pun juga perlu teliti dalam memilih bank atau lembaga keuangan yang menyediakan reksadana. Perhatikan track record-nya dan bandingkan lembaga keuangan satu dengan yang lainnya.

Saham

Dibandingkan reksadana, saham memang memerlukan modal awal untuk investasi yang cukup besar. Umumnya, investasi saham dimulai dari Rp 10 juta. Namun, sebagian perusahaan investasi pun bisa menerima investasi dari Rp 5 juta. Jual-beli dalam investasi saham bisa dilakukan sendiri atau diserahkan ke manajer investasi. Lewat transaksi online dengan aplikasi tertentu, jual-beli saham memang mudah. Keuntungan investasi saham pun bisa sangat besar jika dikelola sendiri. Namun, jika Anda merasa kurang kompeten dalam membawa fluktuasi saham, ragu-ragu, mudah terpancing emosi, dan mudah lengah, pilihannya bisa menyerahkan urusan transaksi saham ke manajer investasi, tentu dengan pembagian keuntungan yang sepadan.

Transaksi jual-beli saham memang menggiurkan. Dalam sekali transaksi, keuntungan yang didapat bisa 100% dari nilai investasi. Namun, risikonya juga tak kalah tinggi. Seseorang bisa kehilangan seluruh uangnya jika melakukan kesalahan sedikit saja. Untuk itu, jika ingin melakukan transaksi saham sendiri, menganalisis pergerakan saham secara umum, menemukan peluang, dan mampu menangkap tren saham tertentu, serta memahami kondisi sasaran yang dijadikan target investasi menjadi modal utama. Perlu kepekaan, kewaspadaan, kecermatan, dan ketangkasan dalam jual-beli saham. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments