ilustrasi1703

Berani Bermain di Bawah Sinar Matahari

Jangan biarkan diri Anda terkurung di dalam ruangan karena takut terhadap dampak sinar matahari. Gunakan saja tabir surya dengan benar. Anda pun bisa bebas beraktivitas di bawah sinar matahari.

Sinar matahari memang merupakan sumber energi yang besar. Tapi juga bisa jadi sumber flek hitam, kulit terbakar (sunburn), dan kanker kulit. Untungnya ada tabir surya yang bisa melindungi kulit dari dampak sinar matahari.

Tabir surya biasa disebut dengan sunblock atau sunscreen. Sunblock atau sunscreen ini memiliki fungsi yang sama untuk melindungi kulit dari efek negatif paparan sinar matahari, tetapi berbeda dari komposisi bahan pembuatannya. Untuk perlindungan maksimal, sebaiknya pilih tabir surya dengan broad spectrum dengan perlindungan terhadap ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). Sinar UVA memicu penuaan dini, sedangkan UV B membuat kulit terbakar.

Menentukan SPF

Kita juga sering mendengar tentang pembeda jenis tabir surya menurut SPF. Misalnya, SPF 10, SPF 15, SPF 25, SPF 30, SPF 50, dan SPF 60. Ukuran SPF atau sun protection factor ini umumnya menandakan daya tahan tabir surya setelah terpapar sinar matahari. Semakin sedikit ukuran SPF, aplikasi tabir surya perlu semakin sering. Semakin besar ukuran SPF, semakin jarang kita mengaplikasikan tabir surya dalam satu kesempatan.

Untuk kulit orang Indonesia, sebenarnya tabir surya dengan SPF 15 hingga SPF 30 saja sudah cukup. Meskipun demikian, beberapa orang pemilik kulit sensitif mengaku perlu menggunakan SPF yang lebih tinggi karena kulit mudah perih jika hanya menggunakan SPF rendah. Ria (42), misalnya. Sehari-hari, Ria terbiasa menggunakan tabir surya dengan SPF 50 dengan merek tertentu karena kulitnya sangat sensitif. “Kulit saya perih dan kemerahan jika hanya memakai sunblock SPF 30 atau SPF yang lebih kecil lagi. Paling aman, saya pakai sampai sekarang, SPF 50,” kata Ria.

Beberapa tabir surya bahkan ada yang memiliki SPF hingga 100. Umumnya, tabir surya dengan SPF tinggi tersebut digunakan bagi mereka yang memiliki kulit mudah terbakar, seperti ras kaukasia.

Aplikasi

Sebelum mengaplikasikan tabir surya, pastikan kulit dalam kondisi bersih. Tabir surya bisa dioleskan langsung pada kulit jika Anda tidak menggunakan kosmetik. Jenis tabir surya ada yang bisa diaplikasikan sebelum pemakaian kosmetik, tetapi ada juga jenis tabir surya yang harus diaplikasikan setelah pemakaian kosmetik. Anda perlu mengenal jenis dan cara pemakaian tabir surya ini. Untuk lebih mudahnya, biasanya hanya jenis tabir surya dalam bentuk spray atau semprot yang digunakan setelah pemakaian kosmetik.

Tabir surya ini dioleskan sekitar 20-30 menit sebelum kulit terpapar sinar matahari. Dan perlu diulangi 2 jam kemudian. Namun, jika Anda banyak bersentuhan dengan air, sebaiknya ulangi pemakaian tabir surya lebih sering. Semakin sering atau semakin lama kulit terpapar sinar matahari, sebaiknya, aplikasikan tabir surya berkali-kali atau lebih banyak dan secara merata pada kulit yang terekspos sinar matahari.

Bagaimana dengan anak-anak atau balita? Tetap berikan tabir surya ketika anak-anak ingin bermain di bawah terik matahari dalam jangka waktu lama seperti bermain di tepi pantai. Sekarang ini telah banyak produk tabir surya yang diformulasikan khusus untuk anak-anak sehingga lebih aman dan tidak memicu iritasi.

Namun, tetaplah cermat ketika memilih tabir surya. Anda perlu memastikan tabir surya cocok dengan jenis kulit. Perhatikan pula tanggal kadaluarsa pada kemasan tabir surya. Setelah melewati tanggal kadaluarsa, fungsi perlindungan tabir surya akan menurun. Segera ganti jika tabir surya tak layak lagi digunakan. Jangan lupa, kenakan topi dan kacamata hitam agar mata terlindungi dari sinar matahari. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments