ilustrasi1603

Garasi dan Carport yang Ideal

Meski sama-sama berfungsi untuk menyimpan mobil, garasi dan carport berbeda. Cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, lalu pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Garasi adalah tempat menyimpan mobil di ruangan tertutup. Ada dinding dan pintu yang melindungi mobil sehingga mobil tak bisa terlihat dari luar. Garasi populer hingga sekitar dua dekade lalu. Mungkin karena mobil masih dianggap barang mewah dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Garasi yang bersifat lebih tertutup kemungkinan dianggap lebih aman untuk menyimpan aset seperti mobil.

Saat ini, mobil tak lagi barang mewah bagi sebagian orang. Apalagi sekarang harga mobil kian murah. Penyimpanan mobil dalam carport, yaitu serupa halaman yang dilindungi oleh atap, dianggap lebih praktis karena mobil mudah keluar masuk. Perawatannya pun mudah. Selain itu, area yang sebenarnya difungsikan sebagai garasi bisa digunakan untuk area lainnya.

Kelebihan dan kekurangan

Garasi dan carport memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Garasi secara umum memang lebih aman. Namun, membuat garasi berarti Anda harus merelakan sebagian ruangan dalam rumah terpakai untuk menyimpan mobil. Selain itu, jika tidak didukung ventilasi yang cukup dan jarang dibersihkan, garasi cenderung mudah lembap dan justru bisa menjadi sumber penyebaran bibit penyakit.

Carport memang lebih praktis, mudah dirawat, dan mudah diakses. Sayangnya, kebanyakan carport bersifat terbuka dan hanya tertutup bagian atapnya. Risikonya, saat hujan turun, mobil yang disimpan dalam carport mudah terkena tempias atau percikan air hujan. Jika tak segera dibersihkan, bekas tempias yang terkena debu bisa membuat mobil tampak kotor. Dibandingkan garasi, menyimpan mobil dalam carport memang lemah dari segi keamanan karena orang luar bisa melihat mobil yang terparkir.

Desain

Ingin membuat garasi atau carport, pilihan di tangan Anda. Semua tergantung kebutuhan dalam penyimpanan mobil. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah dalam mendesain garasi dan carport.

Baik garasi ataupun carport sebaiknya memiliki area yang cukup leluasa untuk menyimpan mobil. Jika mobil Anda tergolong city car yang berukuran kecil, luas carport atau garasi bisa sekitar 2,5×5 meter. Namun, jika bodi mobil cukup panjang seperti model SUV atau MPV, ukuran garasi atau carport bisa lebih panjang. Misalnya, 3×6 meter atau lebih.

Prinsipnya, ketika mendesain garasi atau carport, pastikan mobil bisa keluar-masuk dengan mudah. Ketika diletakkan di garasi atau carport, bukaan pintu mobil sebaiknya tidak terhalang oleh tembok yang membatasi carport atau garasi. Jangan sampai pintu mobil tergores dinding atau tembok ketika dibuka.

Soal lantai, sebaiknya pilih bahan lantai yang tidak licin. Jika Anda tetap menginginkan lantai dari keramik untuk garasi, pilih keramik yang bermotif timbul. Tekstur timbul pada keramik ini akan meminimalkan lantai licin ketika basah.

Bersihkan teratur

Sebagian orang memiliki kebiasaan buruk jika melihat ruang tersisa di sudut garasi atau carport. Ruang sisa ini seringkali dimanfaatkan untuk menyimpan sejumlah barang seperti botol oli, pompa ban, dan perkakas lainnya. Tanpa disadari, hal ini membuat area garasi atau carport tampak kumuh. Anda perlu rajin-rajin membersihkannya.

Keran air pun sebaiknya berdekatan dengan garasi atau carport. Namun, lebih penting lagi, saluran pembuangan air tersedia di dekatnya. Jadi, ketika Anda mencuci mobil, air bekas cucian mobil bisa mengalir lancar.

Hari-hari belakangan yang kerap diguyur hujan ini membuat ban dan bodi mobil kerap membawa kotoran, lumpur, atau bekas cipratan air ke dalam garasi atau carport. Sedikit merepotkan, tapi jika ingin area penyimpanan mobil tampak menarik dan jauh dari kesan jorok, Anda perlu rajin membersihkannya. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments