foto1503

Jurus Raih Nilai Cemerlang di Tes Bahasa Inggris

Piawai bercakap dalam bahasa Inggris bukan jaminan meraih nilai tinggi di tes bahasa Inggris, seperti TOEFL atau IELTS. Ada beberapa jurus yang perlu Anda pelajari agar hasilnya maksimal.

TOEFL dan IELTS, meskipun sama-sama tes bahasa Inggris, keduanya berbeda. TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah tes bahasa Inggris yang berorientasi pada pemakaian bahasa Inggris di Amerika. Lain halnya dengan IELTS atau International English Language Testing System yang lebih menjurus pada pemakaian bahasa Inggris di United Kingdom/Britannia Raya.

Kebanyakan perguruan tinggi di luar negeri menetapkan standar TOEFL atau IELTS yang berbeda. Sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat seperti Columbia University akan merekomendasikan pendaftar atau calon mahasiswa yang memiliki skor TOEFL di atas 600.

Beda lagi dengan Australia. Sejumlah perguruan tinggi di Negeri Kanguru ini mensyaratkan nilai IELTS minimal 6,5. Ika (33), lulusan pendidikan pascasarjana di Melbourne menuturkan, ketika akan mendaftar perguruan tinggi di Australia, ia harus mengulang tes IELTS dua kali. Meskipun beasiswa sudah diterima, Ika harus mengulang tes karena nilainya baru 6.0.

Selain TOEFL dan IELTS, sebenarnya masih ada tes satu lagi, yaitu TOEIC. Bedanya, TOEIC atau Test of English for International Communication ini lebih ditujukan untuk para pemburu lowongan kerja di sejumlah negara.

Mengulang tes bahasa Inggris hingga dua kali tidak hanya memakan tenaga dan waktu. Anda pun perlu memperdalam kemampuan berbahasa Inggris dan mengeluarkan biaya sekali lagi untuk mengikuti tes. Biaya untuk tes ini pun tak murah, bisa mencapai jutaan rupiah. Untuk itu, agar mendapat nilai tinggi di tes bahasa Inggris, ada trik-trik yang perlu dilakukan.

Kursus, wajib

Jika kemampuan bahasa Inggris memang terbatas, cara yang paling efektif agar fasih berbahasa Inggris dan lulus tes adalah dengan les atau kursus beberapa bulan sebelumnya. Usahakan mengikuti kursus intensif sebelum hari-H tes TOEFL atau IELTS. Menariknya, jika ikut les, Anda bisa menjajal tes pra-TOEFL atau ujian simulasi sebelum ujian TOEFL dan IELTS yang sebenarnya. Tes simulasi ini dapat membantu Anda dalam memperkirakan soal-soal yang akan dihadapi nantinya.

Asah kepekaan

Les terkadang tidak cukup. Atau bisa juga kemampuan bahasa Inggris sudah cukup mumpuni tetapi jarang digunakan sehingga banyak kosakata dan grammar yang terlupa. Agar kembali fasih, Anda bisa mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Misalnya, bercakap-cakap dengan teman atau keluarga dengan bahasa Inggris, menonton televisi dengan subtitle bahasa Inggris, mendengar berita dalam bahasa Inggris, menyanyi atau mendengarkan lagu dalam bahasa Inggris, serta menulis cerpen atau narasi berbahasa Inggris. Intinya adalah membiasakan pancaindera mengakses informasi dan mengungkapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.

Latihan sendiri

Jika kursus dan tes simulasi masih kurang menantang, Anda bisa mencari soal-soal latihan lain dalam bahasa Inggris dari internet. Buku-buku untuk berlatih TOEFL atau IELTS juga banyak tersedia di toko buku, lengkap dengan CD untuk latihan soal. Latihlah diri sendiri setiap hari dan anggaplah berkomunikasi dengan bahasa Inggris adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Anda bisa meminta tolong anggota keluarga atau teman yang lebih fasih berbahasa Inggris untuk membantu menilai kemampuan diri sendiri.

Saat ujian

Tiap segmen ujian memerlukan fokus dan penanganan yang berbeda-beda. Misalnya, membaca seluruh soal dan jawaban ketika sesi Listening, lebih teliti dalam sesi Reading, melihat contoh pola kalimat dalam soal sebelumnya dalam Writing, dan lebih percaya diri ketika melalui tes Speaking. Alokasikan waktu untuk masing-masing segmen dengan bijak. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments