foto1303

Perlu Teliti Investasi Properti

Investasi di bidang properti memang lebih sering untung dibanding buntung. Tetapi bukan berarti tak bisa merugi. Agar tak gigit jari, teliti hal yang memengaruhi.

Banyak orang menyukai investasi dalam bidang properti seperti rumah, apartemen, ruko, atau tanah kavling karena investasi ini memang menggiurkan. Namun ada syaratnya, properti tersebut berada di lokasi yang strategis.

Strategis ini dalam arti berlokasi di kawasan yang berkembang, mempunyai akses yang mudah, dan berdekatan dengan fasilitas publik. Semakin berkembang suatu kawasan, nilai properti juga semakin menjulang.

Sebagai contoh, lokasi properti berada di pusat bisnis, pertumbuhan nilai investasinya bisa mencapai 10-20% per tahun atau bahkan lebih, tergantung dari pertumbuhan kawasan. Andaikata area properti kurang strategis sekalipun, nilai investasinya bisa mengalami kenaikan 5-10% per tahun.

Keuntungan dalam investasi properti, tidak hanya dengan membeli lantas dijual untuk mendapatkan untung. Properti juga bisa dijadikan investasi dalam bentuk sewa atau kontrak. Besaran nilai sewa atau kontrak ini bervariasi, tergantung dari luas tanah atau bangunan, kondisi fisik properti, dan fasilitas yang ditawarkan dalam unit properti. Jika tidak dijual kembali atau masa sewa telah berakhir, properti juga dapat digunakan sendiri. Kelemahannya, jika ingin berinvestasi dalam properti, modal yang diperlukan jauh lebih tinggi dibandingkan investasi lainnya. Meskipun demikian, tiap produk investasi properti memiliki karakteristik yang berbeda.

Tanah

Sebagai produk investasi, tanah paling minim risiko. Hampir tidak perlu perawatan spesifik untuk menjaga aset ini. Penjualannya pun bisa relatif lebih cepat jika lokasi tanah sangat strategis. Namun, area tanah perlu dijaga. Sebaiknya berikan pagar tembok atau pembatas sebagai penanda area tanah agar tanah tidak disalahgunakan pihak lain atau menjadi lokasi permukiman liar.

Rumah

Investasi rumah termasuk yang banyak dilirik orang. Alasannya sederhana, semua orang membutuhkan rumah. Peminatnya cukup besar di pasaran. Maka tak heran jika harga rumah terus melambung dan menjadi investasi yang menggiurkan. Selain untuk investasi, rumah pun bisa dihuni sendiri. Meskipun begitu, rumah memerlukan perawatan lebih agar nilai investasinya terus terjaga. Contoh perawatan rumah, mulai dari pengecatan ulang tembok dan pagar, hingga membenahi atap yang bocor atau kerusakan saluran air.

Apartemen

Nilai investasi apartemen bisa jauh lebih tinggi dibandingkan rumah, apalagi jika lokasinya berada di kawasan pusat bisnis. Apartemen juga relatif aman dan biasanya lengkap dengan sejumlah fasilitas publik. Sayangnya, perawatan apartemen cenderung lebih tinggi dibandingkan rumah. Perawatan apartemen yang kerap disebut maintenance atau service charge ini dibayar per bulan.

Ruko

Tidak jauh berbeda dengan apartemen dan rumah, nilai investasi ruko pun sangat bagus. Bedanya, peminatan ruko lebih banyak untuk sewa. Soal perawatan, ruko bisa lebih mudah dan murah dibandingkan rumah. Perlu dicatat, pendongkrak utama investasi ruko adalah lokasi. Jika Anda salah memilih ruko di kawasan yang sepi, jarang permukiman, akses susah, dan tidak berkembang, nilai investasinya bisa jatuh. Jadi, pastikan Anda mempertimbangkan faktor lokasi secara matang sebelum memutuskan berinvestasi. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments