foto1

Ketika Gua Bagai Istana

Bukan mewahnya yang serupa istana, tapi kemegahan alaminya yang sama memukau. Pahatan alam di Batu Caves, Malaysia, ini membuat perasaan kita makin dekat dengan Sang Pencipta.

Batu Caves adalah lokasi wisata yang pertama kali muncul di mesin pencari bila Anda mencari informasi mengenai tempat wisata di Kuala Lumpur, Malaysia. Inilah yang membuat EBIN terdorong mengintip keistimewaan destinasi di Malaysia ini.

Menemukan Batu Caves tak sulit. Aksesnya pun mudah. Anda hanya perlu naik kereta dari stasiun KL Sentral. Stasiun Batu Caves adalah tujuan akhir kereta yang Anda naiki. Tiba di Stasiun Batu Caves, turunilah anak-anak tangga, obyek wisata Batu Caves ada di hadapan Anda.

Patung Hanoman yang menyapa.

Tidak perlu mengkhawatirkan tiket masuk karena Batu Caves ini gratis untuk umum. Keluar dari gerbang utama Batu Caves, Anda akan menemukan patung Hanoman warna toska muda yang menjulang. Patung setinggi 15 meter ini bukanlah apa-apa dibandingkan yang menanti di depan Anda.

Gua batu

Sebutan Batu Caves memang cocok untuk obyek wisata ini. Batu Caves yang berarti gua-gua batu tepat menggambarkan destinasi wisata yang terdiri dari sejumlah gua. Di antaranya adalah Gua Gelap atau Dark Cave dan Gua Kuil atau Temple Cave.

Namun, langkah kaki Anda akan terpaku jauh sebelum memasuki area gua. Sebuah tebing karang warna kelam menjulang. Rentetan anak tangga di bawahnya seolah menantang untuk ditaklukkan. Di bagian depan gerbang gua utama, patung tinggi keemasan yang konon merupakan patung dewa Murga berdiri gagah.

Tinggi patung emas yang membawa tongkat ini memang tidak main-main. Dengan ketinggian 43 meter, patung dewa Murga ini hampir menyaingi ketinggian total tebing karang di gua utama Batu Caves. Warna cat yang keemasan tampak berkilau memukau ketika tertimpa cahaya matahari.

Patung Dewa Murga yang megah.

Perjalanan selanjutnya lebih menantang. Lebih dari 270 anak tangga perlu dilewati untuk mencapai gua utama Batu Caves. Sebelum menaiki anak tangga ini, pastikan Anda telah mengenakan pakaian dengan panjang di bawah lutut. Batu Caves lebih dari sekadar tempat wisata, ia berfungsi juga sebagai tempat ibadah masyarakat keturunan India di Malaysia yang menganut agama Hindu Tamil. Karena dianggap sebagai tempat suci, pengunjung pun wajib mengenakan busana yang sopan. Celana pendek di atas lutut dan rok mini terlarang di sini.

Bagaimana jika Anda terlanjur mengenakan celana yang sangat pendek? Petugas di Batu Caves biasanya akan memberi tahu pengunjung dan mewajibkan untuk menyewa kain panjang yang diikatkan ke pinggang untuk menutupi paha dan lutut yang terbuka. Sewanya adalah sekitar 3 ringgit Malaysia.

Habitat monyet

Perlu fisik yang kuat untuk menaiki anak-anak tangga di Batu Caves. Dalam perjalanan menaiki anak tangga, EBIN bertemu dengan sejumlah pasangan lansia dari berbagai bangsa. Meskipun tampak kepayahan dan sesekali berhenti, mereka sangat bersemangat untuk tiba di puncak. Namun, hati-hati jika membawa makanan dan minuman. Pastikan Anda menyimpannya baik-baik di dalam tas yang tertutup. Jika tidak, monyet-monyet liar di sekitar gua akan merampas bungkusan makanan dan minuman Anda.

Anak-anak tangga yang menantang.

Begitu tiba di puncak, Anda bisa mengambil napas lega. Lanskap cantik-gaya kota Kuala Lumpur tersaji di depan mata. Gua Kuil yang didatangi pun tak kalah menawan. Anda akan terpesona oleh gua alami dengan lubang tinggi. Stalaktit dan stalakmit yang bertonjolan menampilkan pahatan alam yang menakjubkan. Tetesan-tetesan air dalam gua memberi kesan sunyi dan dramatis.

Sebaiknya berhati-hatilah dalam melangkah. Genangan air dalam gua bisa membuat lantai menjadi licin. Penerangan dalam gua ini pun minim. Pemasangan lampu di dinding gua terkesan sengaja dibuat tidak begitu banyak agar suasana sendu dapat dipertahankan.

Bagian inti gua ada di area paling belakang. Area gua ini paling luas dan paling elok. Melangkah masuk lebih dalam, Anda akan menemukan cahaya matahari jatuh di tengah-tengah gua, memberikan terang alami yang lembut. Tanaman sulur menjuntai dari puncak gua yang terbuka. Celotehan ribut monyet-monyet mungkin akan terdengar. Lubang-lubang dalam gua ini memang dikenal sebagai sarang monyet.

Kuil dalam gua.

Di tengah gua ini terdapat sebuah kuil Hindu. Menariknya, meskipun banyak turis lokal dan mancanegara yang berseliweran di sekitar gua, aktivitas dalam kuil seperti pernikahan, kelahiran, dan upacara keagamaan lainnya tetap berjalan. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments