foto2(1)

Si Pedas Menggoda dari Pulau Dewata

Tak hanya wisata alam Bali yang bikin kangen, kulinernya yang menyegat lidah juga membuat orang ketagihan.

Sengatan tajam mengenai indera pengecap. Jika tak kuat, jangan kaget bila sontak Anda menangis dan berpeluh. Namun, buaian aromanya yang menggoda membuat ragu takluk. Sesendok demi sesendok, sajian daging ayam dengan kuah kuning dengan sentuhan merahnya cabai pun bisa terus Anda santap. Tak sampai setengah jam, piring Anda pun akan licin tandas.

Pengalaman ini mungkin sekali Anda alami ketika menjajal sajian ayam betutu atau bebek betutu dari Bali. Betutu adalah jenis masakan yang terbuat dari daging ayam atau daging bebek yang aslinya berasal dari daerah Gilimanuk, Bali.

Serba cabai

Jika Anda tengah berwisata ke Bali, jangan pernah melewatkan ayam atau bebek betutu sebagai salah satu menu wisata kuliner Anda. Rasa pedasnya memang sukses menghajar lidah dengan sengatan-sengatan tajam tetapi sungguh sedap. Soal rasa pedas, bumbu utama dari masakan betutu ini memang cabai.

Jenis cabai yang digunakan biasanya campuran antara cabai rawit dengan cabai keriting. Paduan kedua cabai ini sebenarnya sudah bisa membuat sajian betutu menjadi pedas. Namun, tambahan bumbu lainnya seperti jahe dan pala membuat rasa pedas ini seolah “meledak” dalam mulut.

Namun, tentu rasa ayam betutu tak hanya pedas. Paduan bumbu dan rempah lainnya membuat sajian ini memiliki rasa yang luar biasa lezat. Racikan bumbu dalam ayam atau bebek betutu biasanya terasa sedap hingga setiap suapan dagingnya, bahkan hingga ke tulang. Rahasianya terletak pada proses pemasakan ayam atau bebek betutu.

Cabai, jahe, dan pala yang dihaluskan dengan bumbu lain seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, kencur, serai, ketumbar, garam, dan daun jeruk menjadi bahan rendaman dan pemasakan daging ayam atau bebek. Proses pemasakannya pun bisa mencapai waktu hingga berjam-jam dengan api kecil. Hasilnya, setiap bumbu meresap ke dalam daging dengan sempurna. Cita rasa yang luar biasa sedap seolah tidak pernah habis. Apalagi jika Anda menyantap bebek atau ayam betutu dengan sepiring nasi yang masih mengepul hangat. Kenikmatan ini tiada duanya.

Plecing kangkung yang tak kalah pedas.

Ketika memesan ayam atau bebek betutu, biasanya Anda akan mendapatkan tambahan sambal matah dan plecing kangkung. Sambal matah cocok bagi Anda yang penggemar pedas atau ingin mencoba tantangan yang lebih pedas lagi dibandingkan olahan betutu. Plecing kangkung memberikan sensasi segar berkat kucuran jeruk sayur di atasnya. Kacang tanah yang disangrai menyuguhkan sensasi gurih dan renyah. Sungguh pengalaman kuliner yang sangat nikmat.

Soal harga, satu porsi ayam atau bebek betutu di tiap restoran atau rumah makan bisa saja berbeda-beda. Meskipun terhitung cukup mahal untuk satu porsi, kenikmatan menyantap ayam atau bebek betutu terasa sepadan.

Kangen ayam atau bebek betutu Bali? Tidak perlu khawatir, restoran yang menyajikan masakan betutu ala Bali cukup banyak di Bintaro. Seperti Ayam Betutu Khas Gilimanuk di Bintaro Utama atau Bebek Renon di jalan Veteran. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments