foto0303

Buah Langka yang Bikin Kangen

Bukan hanya hewan, buah pun bisa langka atau punah. Beberapa buah asli Indonesia yang dulu banyak dijual kini ada yang mulai jarang ditemukan. Padahal kandungan vitaminnya cukup banyak.

Kemang dan Gandaria, misalnya. Mungkin anak-anak sekarang mengenalnya hanya sebagai nama daerah di Jakarta. Namun, dulu buah itu pernah ada dengan jumlah yang melimpah, seperti halnya jeruk atau apel. Anda tahu bentuknya? Kemang sepintas mirip kedondong, tetapi dari rasa dan aromanya, kemang justru lebih mirip mangga. Kemang yang matang biasanya berwarna kekuningan. Begitu juga dengan gandaria ketika matang yang berwarna kekuningan. Bedanya, gandaria berbentuk bulat seukuran tomat dan tidak lonjong seperti kemang. Selain gandaria dan kemang, berikut ini adalah beberapa contoh buah langka lainnya.

Buah simalakama

Buah ini bukan hanya ada dalam peribahasa, tapi ada dalam bentuk nyata. Sebutan lainnya adalah buah kenyem. Buah yang berwarna ungu kehitaman ini banyak didapatkan di daerah Kalimantan Tengah. Besarnya mendekati buah sawo dan daging buahnya biasanya putih bening dan mempunyai rasa manis-pahit. Buah ini juga disebut buah mahkota dewa. Seperti kata pepatah, buah ini memang beracun bila dimakan langsung. Namun bila telah dikeringkan atau diolah dengan benar, buah simalakama malah bisa menetralisir racun, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kandungan kolesterol dan penimbunan lemak, serta sebagai anti-alergi. Itu semua berkat kandungan alkaloid, terpenoid, saponin, dan flavonoid di dalamnya.

Rau

Dilihat dari tampilannya, buah ini mirip duku tetapi kulitnya lebih tipis. Apabila dikupas, buah rau tampak berwarna putih mirip manggis, rasanya pun manis. Rau bukan termasuk buah yang pohonnya mudah ditanam di sembarang tempat. Buah ini banyak ditemukan di daerah dataran tinggi atau pegunungan yang berhawa sejuk.

Murbei

Dilihat dari nama, buah ini memang sejenis berry. Rasanya yang asam-manis pun mengingatkan kita pada jenis buah berry lainnya seperti raspberry dan stroberi. Murbei adalah buah berry yang berbentuk memanjang yang terdiri dari sekumpulan buah yang saling rekat satu sama lain. Warnanya merah keunguan, tanda bahwa buah ini kaya pigmen warna yang disebut antosianin. Antosianin merupakan antioksidan yang mampu melindungi Anda dari radikal bebas penyebab kanker. Buah murbei juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi anemia, karena mengandung zat besi. Bagian daunnya kerap digunakan untuk pakan ulat sutera.

Buni

Buah buni atau wuni juga langka. Sepintas, buah ini mirip blueberry. Bedanya, ukuran buah buni sangat kecil dan menggerombol mirip anggur. Rasanya mirip dengan jenis buah berry lainnya yang asam-manis segar, namun sedikit sepat. Karena rasanya yang unik itulah buah ini kerap digunakan sebagai pelengkap rujak. Buah buni kaya akan vitamin C, karotenoid, vitamin B1, B2, dan E. Karena kandungannya tersebut para herbalis sering menggunakan buah ini untuk mengatasi masalah kurang darah, hipertensi, batuk, dan gangguan pencernaan.

Buah salam

Tentu sebagian dari Anda tidak menyangka, pohon salam yang tinggi menjulang ternyata memiliki buah. Kita hanya mengenal daun salam yang kerap digunakan sebagai bumbu dapur. Buah salam atau manting memang jarang ditemukan. Buah yang berwarna merah dan ukurannya sebesar physallis atau ciplukan ini hanya bisa ditemukan pada pohon salam yang telah tumbuh bertahun-tahun.

Kepundung

Buah kepundung atau buah menteng ini mirip dengan buah duku. Bedanya adalah bagian isi dan daging buahnya. Buah kepundung biasanya berwarna putih bening hingga kemerahan dengan rasa asam-manis dan jumlah bijinya hanya sedikit. Kandungan vitamin B6 dalam buah ini berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak serta membantu produksi sel darah merah. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments