foto2402

Genggaman Tanganmu Adalah Obatku

Bagi pasien kanker, sahabat setia yang menemani dan mendukung mereka saat masa penyembuhan adalah obat yang sangat ampuh. Kehadiran seorang pendamping yang baik bisa meningkatkan kemungkinan kesembuhan.

Stres, frustrasi, atau bahkan depresi. Itulah perasaan yang muncul ketika seseorang mendengar dirinya menderita kanker. Berbagai bayangan buruk akan ketidakpastian kesembuhan bisa membuat pasien makin stres. Apalagi proses pengobatan yang panjang dan kadang menyakitkan bisa menyedot kekuatan, kepercayaan diri, dan harapan.

Permasalahannya, beban psikis pasien kanker justru bisa memperburuk kondisi fisiknya. Sejumlah pakar kesehatan menyebut, kondisi psikis berpengaruh sebesar 80% terhadap kesehatan pasien. Artinya, dalam kondisi mental yang terpuruk, seorang pasien kanker akan lebih sulit untuk sembuh. Bahkan, tingkat keparahan kanker dapat semakin bertambah jika pasien menghadapi penyakitnya dengan frustrasi.

Pendamping yang baik

Di sinilah peran penting orang-orang yang ada di sekitar pasien kanker. Pasangan, sahabat, dan keluarga adalah pendamping bagi pasien kanker. Pendamping yang baik memiliki peran signifikan dalam membantu kesembuhan pasien kanker. Pendamping bisa menjadi sumber kekuatan bagi pasien kanker untuk terus berjuang melawan penyakitnya.

Nyatanya, banyak pasien kanker yang berangsur terlepas dari penyakitnya dan memiliki harapan hidup lebih dari 10 tahun. Mereka inilah yang disebut para survivor. Jumlah para survivor ini pun tidak sedikit. Tentu ini tak lepas dari dukungan orang-orang di sekitar mereka.

Biasanya, waktu terberat bagi pasien kanker adalah ketika menjalani pengobatan, seperti kemoterapi, radiasi dan operasi. Pengobatan tersebut bisa berpengaruh pada kondisi fisik seseorang. Misalnya, rambut rontok, tubuh kurus kering, kuku dan bibir menghitam, atau pengangkatan bagian tubuh yang terkena kanker. Keadaan tersebut bisa menggerus kepercayaan diri pasien kanker.

Menghadapi hal-hal ini, Anda perlu meningkatkan rasa percaya diri pasien kanker. Caranya bisa membelikan dan menata tampilan agar lebih menarik seperti memberikan topi berdesain menarik tetapi nyaman untuk penderita kanker dan memberikan tips berdandan agar pasien kanker tetap tampil percaya diri.

Semangat adalah salah satu hal yang mudah hilang pada pasien kanker. Sebagai pendamping, jangan pernah bosan memberikan harapan, semangat, dan motivasi pada pasien. Hanya dengan menemani sambil berbincang hal-hal ringan sudah bisa jadi penyemangat bagi mereka. Atau sekadar jadi pendengar yang baik kadang sudah cukup untuk mereka.

Tidak jarang, hal yang membuat pasien kanker merasa terbebani adalah perlakuan orang-orang terdekatnya yang berlebihan dalam memperhatikan atau memperlakukan pasien kanker layaknya seorang pesakitan. Untuk itu, jika ada anggota keluarga yang mengalami kanker tetapi masih bisa beraktivitas, biarkanlah mereka beraktivitas seperti biasa dan berikanlah perlakuan yang tidak jauh berbeda dengan anggota keluarga lainnya.

Perhatikan diri sendiri

Melihat orang yang disayangi menderita juga akan memberikan dampak bagi Anda. Oleh karena itu, jangan lupakan kesehatan diri Anda sendiri. Berusahalah untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi dan cukup olahraga. Kadang Anda juga harus memiliki stamina prima ketika mendampingi pasien kanker dalam menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebagai pendamping pasien kanker, emosi Anda juga bisa terkuras. Pulihkan dengan melakukan relaksasi ringan, seperti jalan-jalan di taman atau pergi ke spa. Atau bila memungkinkan, ajak pasien kanker untuk berlibur sebentar bersama Anda ke daerah yang tenang, seperti pegunungan atau pantai. Anda berdua bisa mendapatkan manfaatnya.

Meditasi atau olahraga pernapasan juga bisa Anda coba. Kedua kegiatan tersebut sangat baik untuk mengendalikan stres dan menjaga kestabilan emosi Anda. Pada akhirnya, janganlah berhenti memberikan semangat dan dukungan pada pasien kanker agar mereka merasa yakin dan mampu meraih kekuatan untuk mengalahkan kanker. Proses pemulihan kanker memang cukup panjang, melelahkan, menguras biaya, dan menyakitkan. Namun, bila proses tersebut telah dilalui, ada kelegaan dan rasa syukur tak terkira yang dirasakan. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments