ilustrasi2202

Maafkan Aku, Teman…

Berani meminta maaf adalah sikap yang positif. Ajarkan anak untuk meminta maaf agar kelak menjadi pribadi yang santun.

Meminta maaf terdengar sepele dan mudah dilakukan. Namun, pelajaran semacam ini tidak selalu diajarkan di sekolah. Sebagai orangtua, Anda perlu mengajarkannya sendiri pada putera-puteri Anda.

Mengajarkan kata maaf terasa mudah. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah menggunakan kata maaf dalam kesempatan yang tepat. Dimulai dari keluarga. Anda bisa mengajarkan anak untuk meminta maaf mulai dari hal yang paling sederhana. Misalnya, ketika anak tanpa sengaja memecahkan piring.

Selain mengajarkan untuk meminta maaf, sertakan juga tanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan. Jadi, ketika telah meminta maaf, anak juga perlu belajar membereskan sisa pecahan piringnya dengan berhati-hati.

Agar berbaikan kembali

Begitu memasuki kehidupan sosial, pelajaran tentang minta maaf tidak berhenti. Biasakanlah anak meminta maaf dalam pergaulan bersama teman-temannya. Contoh terapannya adalah ketika anak bertengkar dengan temannya. Jika anak “marahan” dengan temannya, cobalah mendekati anak perlahan-lahan. Tanyakan pada anak dengan penuh perhatian, mengapa anak bertengkar dengan temannya?

Dengarkan penjelasan anak dan telaahlah dengan bijak. Pastikan anak berkata dengan jujur. Meskipun Anda menyayangi anak Anda, janganlah membelanya jika anak berbuat salah. Sebagai orangtua, Anda pun perlu bersikap  obyektif. Untuk itu, doronglah anak untuk meminta maaf pada temannya dengan tulus.

Bagaimana jika kedua anak sama-sama bersalah atau justru teman anak yang bersalah? Tetaplah mengajarkan agar anak Anda meminta maaf terlebih dulu. Perkaranya tidak lagi mencari pihak yang salah tetapi mengajarkan anak tentang kerendahan hati untuk meminta maaf terlebih dulu.

Anak mungkin akan membantah bahwa ia tidak bersalah, tidak mau mengakui kesalahannya, menyalahkan temannya, atau justru meskipun merasa salah tetap tidak mau meminta maaf.  Menghadapi hal ini, Anda pun tidak perlu terpancing emosi. Lebih baik, berikan penjelasan pada anak tentang letak kesalahannya. Berikan pula penjelasan tentang risiko jika anak tidak meminta maaf dan berbaikan dengan temannya.

Biasakanlah anak meminta maaf dengan sopan. Setelahnya, anak bisa diajak bersalaman dengan temannya sebagai tanda berbaikan. Katakan pada anak untuk melupakan masalahnya dan kembali bermain bersama teman-temannya seperti biasa, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Untuk mengajarkan anak meminta maaf dan berbaikan dengan temannya, orangtua pun perlu memberi contoh terlebih dulu. Jika orangtua terbiasa meminta maaf dengan tulus pada orang lain, anak pun akan meniru. Termasuk jika orangtua bertengkar, janganlah menunggu pasangan untuk meminta maaf lebih dulu.  Mulailah dari diri sendiri dengan meminta maaf jika berbuat salah, mengakui kesalahan jika terjadi permasalahan yang menyangkut diri, serta tunjukkan niat untuk memperbaiki diri. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments