foto1902

Wisata Ramah Lansia, Semua Senang

Orang lanjut usia (lansia) juga perlu berwisata. Sayangnya tak semua lokasi wisata ramah untuk lansia. Sebelum pergi mengajak orang usia lanjut untuk berwisata, cari tahu apa yang perlu diperhatikan.

Istilah “ramah” dalam bahasan wisata kerap mengacu pada aksesibilitas yang memudahkan untuk beraktivitas, fasilitas, serta sarana penunjang lainnya. Sebagai contoh, tempat wisata yang ramah anak sebaiknya dilengkapi  dengan akses yang mudah dijangkau anak-anak seperti, anak tangga yang landai, wastafel yang disesuaikan dengan tinggi badan anak, hingga wahana permainan yang aman untuk anak-anak.

Soal wisata untuk lansia, kita memang lebih jarang mendengarnya. Padahal, meskipun berusia lebih dari 65 tahun, lansia pun perlu berwisata. Ada beberapa hal yang membuat lansia jarang berwisata. Pertama, akibat kondisi fisik yang berbeda dibandingkan saat muda. Ini tak harus ditandai dengan penyakit tertentu. Ketika seseorang berusia lanjut, umumnya daya tahan fisik menurun sehingga cenderung lebih mudah merasa letih ketika beraktivitas.

Kedua, keengganan dari lansia untuk berwisata. Ini biasanya terkait dengan destinasi wisata yang cukup jauh. Misalnya, destinasi yang dituju berada di luar kota atau di luar negeri. Jika mengetahui lokasi wisata cukup jauh, biasanya orang yang telah berusia lanjut merasa enggan pergi ke sana.

Meskipun demikian, ada beberapa lokasi yang bisa dikunjungi ketika Anda mengajak orangtua atau kakek-nenek yang telah berusia lanjut. Berikut adalah di antaranya.

  1. Pantai. Wisata pantai adalah wisata yang ramah untuk segala usia. Menikmati sinar matahari pagi di tepi pantai sudah pasti menyehatkan. Semilir angin segar minim polusi pun baik untuk kesehatan paru-paru. Berjalan-jalan dengan kaki telanjang untuk merasakan gelitik pasir di sela-sela jari kaki pun bisa dilakukan oleh orang yang telah berusia lanjut.
  2. Taman atau wisata alam. Siapa yang tidak menyukai wisata di taman? Suasana hijau dari pepohonan serta tanaman menyuguhkan kesejukan. Meskipun berada di tengah keramaian sekalipun, suasana berjalan-jalan di taman tetap terasa mengasyikkan. Untuk menunjang kesehatan, Anda bisa memilih taman yang menyediakan fasilitas seperti pijat refleksi alami. Biasanya area ini berbentuk ruas jalan setapak melingkar yang terbuat dari kerikil dengan bagian permukaan yang halus. Berjalan-jalan di area refleksi alami ini akan membuat telapak kaki dipijat lembut sehingga baik untuk kesehatan.
  3. Museum. Museum tak hanya cocok untuk anak-anak atau orang dewasa muda. Para lansia pun bisa menikmati museum. Apalagi jika museum yang dikunjungi adalah museum sejarah dan lansia pernah turut ambil bagian di dalamnya. Wisata mengitari museum juga biasanya tidak membutuhkan energi ekstra.

Cermati dulu

Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati ketika mengajak lansia berwisata. Paling utama adalah mengenai kondisi kesehatan. Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, sebaiknya jangan memaksakan para lansia berwisata. Selain itu, kondisi fisik lansia dan kondisi obyek wisata juga perlu diketahui.

Jika lansia mengalami kesusahan berjalan sehingga perlu menggunakan alat bantu seperti tongkat dan kursi roda, hindari memilih lokasi wisata yang banyak anak tangga, kecuali jika ada akses khusus untuk orang yang menggunakan kursi roda.

Destinasi wisata pun sebaiknya menyediakan fasilitas yang memudahkan lansia. Misalnya, kursi panjang untuk melepas lelah, area olahraga untuk lansia, serta toilet khusus lansia yang dilengkapi dengan tempat untuk berpegangan.

Sebenarnya tidak ada batasan pasti untuk wisata lansia. Paling penting adalah mengetahui daya tahan fisik lansia, kondisi kesehatannya, serta fasilitas dan sarana penunjang di lokasi wisata yang memudahkan aktivitas para lansia. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments